Yakin Tak Ada Kerusuhan, Ryamizard: Pak Prabowo Saya Tahu Orangnya


SURATKABAR.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu merasa optimis bahwa prosesi pemilihan umum tahun ini bakal berlangsung dengan aman. Ia mengaku mengenal kedua capres, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto.

Menurut Ryamizard, Prabowo satu letting (angkatan) di TNI. Mereka pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama.

“Saya rasa tidak (rusuh) lah. Bangsa ini mengerti, baik satu atau dua, tidak akan sampai begitu. Kecuali ada orang-orang tertentu, lain, di luar kelompok itu. Pak Jokowi saya tahu orangnya. Pak Prabowo saya juga tahu orangnya, satu letting, kok. Empat tahun sama-sama, kemudian puluhan tahun sama-sama. Nggak mungkin begitu-begitu,” ujar Ryamizard, Rabu (8/5), dikutip dari Republika.co.id.

Wacana tentang people power muncul usai gelaran Pemilihan Presiden 2019. Sejumlah pihak dari kubu pendukung Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga, gencar menyuarakan gerakan people power guna memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang dinilai telah berlaku curang.

Ryamizard berharap apabila ada kubu yang kecewa dengan hasil Pemilu 2019 bisa mengambil jalur hukum untuk menyelesaikannya. Menurutnya, tidak perlu sampai ada gerakan people power yang mengarah ke makar.

Baca Juga: Komentar Pedas Prabowo atas Pernyataan Hendropriyono Soal WNI Keturunan Arab

“Begini ya, kalau kita warga negara yang baik, selesaikan masalah dengan hukum. Kalau tidak puas, buka bersama-sama,” ujarnya.

Hingga saat ini, Ryamizard mengaku belum mendapatkan laporan apa pun mengenai pergerakan masyarakat yang ingin melakukan people power. Ia lantas menyebut tidak mendapat indikasi bahwa gerakan tersebut mengarah ke aksi makar.

Ia hanya berharap agar gerakan people power yang berjalan inkonstrirusional tak terjadi, lantaran bisa menghancurkan persatuan bangsa Indonesia.

“Ya mudah-mudahan nggak ada. Kalau ada ya selesai secara hukum. Saya Menteri Pertahanan tidak suka itu. Karena kenapa? People power itu merusak bangsa ini,” tutur mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Namun ia menegaskan pihaknya siap menempuh langkah keras apabila memang aksi tersebut sampai berakhir makar. “Jadi sesuatu yang dipaksa-paksakan, itu harus ada hukumnya,” uajr Ryamizard tegas.