Tegas! Hashim Soal Prabowo yang Disebut Anti-Asing: Ini kan Dipelintir, Itu Hoax


SURATKABAR.ID – Semakin mendekati pesta demokrasi 2019, makin ramai tersiar isu yang menyebut pasangan calon nomor urut 02 anti-asing. Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, buka suara meluruskan persepsi tersebut.

Hashim, adik Ketua Umum Partai Gerindra itu, menegaskan bahwa Prabowo bukanlah sosok seperti yang belakangan disebut-sebut anti-asing. Ia dengan tegas menyatakan bahwa persepsi yang berkembang adalah tidak benar alias hoax.

Ada pun klarifikasi tersebut disampaikan Hashim ketika menggelar diskusi bersama sejumlah media asing. Acara tersebut digelar di media center Prabowo-Sandiaga di Kebayoran, Jakarta, pada Jumat (19/10), dilansir dari laman Kompas.com.

“Dari beberapa pertanyaan-pertanyaan, ya sudah terlihat bahwa pers asing banyak yang salah mengerti sikap Pak Prabowo,” ujar Hashim yang menyebut diskusi dengan media asing ini sengaja digelar sebagai upaya meluruskan persepsi yang keliru tentang sosok Prabowo.

“Pak Prabowo dan Pak Sandiaga bukan anti-asing. Bukan anti investor asing, bukan anti aseng. Ini kan dipelintir, itu hoaks,” imbuh Hashim kemudian.

Baca Juga: Sudirman Said Optimis Prabowo-Sandiaga Unggul di Jateng, Rupanya Gara-Gara 3 Faktor Ini

Lebih lanjut, Hashim menegaskan bahwa, Prabowo hanya menginginkan Indonesia bisa bermartabat dan setara dengan negara-negara lainnya. Ia lalu memberikan contoh, dalam sektor perbankan misalnya.

Tak sedikit bank asing dari berbagai negara yang membuka cabang di Indonesia. Namun sebaliknya, bank-bank Indonesia malah tidak mendapatkan izin untuk membuka cabangnya di negara-negara lain. Hal tersebutlah yang ingin diubah oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Kami mau Indonesia bermartabat, kami mau setara, kami mau sejajar dengan negara-negara asing. Itu sebetunya keinginan Pak Prabowo,” jelas Hashim yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Respons Tim Prabowo Subianto tentang Hasil Survei Elektabilitas Pilpres 2019

Sebelumnya Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subainto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, mengaku tidak mempercayai hasil survei yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei mengenai elektabilitas masing-masing capres.

Menurutnya, elektabilitas antara Prabowo-Sandiaga dan Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat ini hanya terpaut 6-8 persen. Angka tersebut berbeda jauh dengan hasil yang dirilis sejumlah lembaga, di mana disebutkan selisih elektabilitas kedua capres adalah 20 persen.

“Saya tidak percaya semua survei itu. Itu semua salah,” ujar Hashim dengan tegas sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan kantor berita Prancis AFP terkait strategi kubu Prabowo demi mengejar elektabilitas petahana.