Kapolri Berhentikan Kombes Ekotrio yang Semena-mena Aniaya 7 Anak Buahnya Pakai Helm Baja


SURATKABAR.ID – Menyusul kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Komisaris Besar Ekotrio Budhiniar terhadap tujuh orang anggotanya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung menindak tegas dengan mencopot jabatan yang bersangkutan. Mutasi jabatan itu tertera dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1572/VI/KEP/2018. Selanjutnya, Kombes Pol Bobyanto I.O.R. Adoe ditunjuk untuk menempati jabatan Kepala Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan Polri (Kapusdikmin Lemdikpol) yang ditinggalkan Ekotrio.

Terkait pemberhentian Kombes Ekotrio Budhiniar dari jabatannya itu kemudian dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal. Melansir laporan Kompas.com, keputusan itu tertuang di dalam surat keputusan Kapolri Nomor 874/VI/KEP/2018 yang dikeluarkan pada 27 Juni 2018, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatannya Dalam Jabatan di Lingkungan Polri.

“Keputusan Kapolri untuk memutasi Kapusdikmin Lemdiklat Polri sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pimpinan yang arogan kepada anak buahnya dalam memberi peringatan kepada anggotanya,” ungkap Iqbal, seperti dikutip dari laporan Antara melalui Tempo.co, Kamis (28/06/2018).

Kronologi Peristiwa

Sebelumnya, ricuh diberitakan bahwa Kombes Ekotrio Budhiniar telah semena-mena memukul tujuh anggotanya akibat masalah sepele. Yakni, mobilnya terhalang mobil ‘boks’ katering di pintu gerbang Markas Pusdikmin Lemdikpol, Gede Bage, Bandung, Jawa Barat.

Penganiayaan terjadi lantaran Kombes Ekotrio emosi setelah mobil dinasnya terhalang mobil katering saat ingin masuk di Kapusdikmin Lemdikpol. Kronologi kasus ini dimulai saat Ekotrio hendak masuk ke Markas Pusdikmin Selasa pagi, namun kendaraannya terhalangi mobil boks katering di pintu gerbang.

Baca juga: Tegas! Soal Saran Terima Suap Pilkada, Bawaslu Sebut Prabowo Tak Mendidik Rakyat

Eko yang saat itu tak sabar menunggu mobil katering mundur, akhirnya memutuskan turun dari mobilnya sambil marah-marah. Ia lalu memukuli anggota-anggota penjagaan yang bertugas dengan menggunakan helm baja. Selasa (26/06/2018) pagi, Kombes Ekotrio mengamuk dan menghajar anak buahnya di bagian kepala mereka.

“Kapusdikmin menghantam semua anggota piket yang terkumpul menggunakan helm baja secara bergantian di bagian kepala,” ungkap keterangan yang dilaporkan.

Tujuh korban penganiayaan Ekotrio Budhiniar adalah AKP Ale Surya, Ipda Taryana, Ipda Ade Hasan (Kanit Provos), Bripka Iim Permana, Brigadir Asep Ismanto, Penata I Joko Pitoyo dan Pengatur Agus Suherlan.

Korban Luka Sobek Sampai Muntah-muntah

Lebih lanjut, mengutip laporan TribunNews.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal juga menyebutkan, Keputusan Kapolri itu sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pimpinan yang berlaku sewenang-wenang.

“Dan arogan dalam memberikan tindakan peringatan kepada anggotanya,” ungkap Iqbal dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (27/06/2018).

Setelah dicopot dari jabatannya, Kombes Ekotrio dimutasi dan kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.

Untuk mengisi jabatan Kapusdikmin Lemdikpol, Kapolri mengangkat Kombes Bobyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol Polri. Pencopotan Kombes Ekotrio sebagai Kapusdikmin Lemdikpol merupakan buntut penganiayaan yang dilakukannya kepada tujuh anggota pos jaga Pusdikmin Lemdikpol.

Ia lantas memukuli anggota pos jaga menggunakan helm baja yang ada di meja piket sambil menanyakan anggota piket yang lain. Setelah semua anggota piket terkumpul, Kombes Ekotrio lantas kembali menghantamkan helm baja secara bergantian ke kepala tujuh petugas tersebut. Tak pelak, akibat penganiayaan itu, ketujuh korban mengalami sejumlah luka sobek di kepala, bahkan ada sampai yang muntah-muntah pasca perlakuan arogan Kombes Ekotrio.