Unggul Di Quick Count, Khofifah Katakan Hanya akan Pilih Jokowi di Pilpres 2019


SURATKABAR.ID Hasil sementara hitung cepat atau quick count Indikator Politik Indonesia dalam Pilkada Jawa Timur, Rabu (27/6/2018), menunjukkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul perolehan suara.

Dilansir dari laman Kompas.com, berdasarkan data yang masuk sebesar 75 persen, pasangan yang didukung Demokrat, Nasdem, PAN, Hanura, Golkar, PPP itu memperoleh suara 54,14 Persen. Kemudian pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS itu memperoleh suara 45,86 persen.

Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. KPU akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018.

Khofifah mengaku siap jika ditunjuk kembali menjadi juru bicara Joko Widodo jika kembali maju bertarung dalam Pilpres 2019.

“kalau ditunjuk. he..he..” jawabnya.

Baca Juga: Mengaku Tahu Persekongkolan Jokowi. Fahri Hamzah Bilang Begini

Khofifah menambahkan, memastikan dirinya hanya akan mendukung Jokowi dalam Pemilu Presiden 2019. Hal itu disampaikan dalam wawancara.

Dalam wawancara itu, Khofifah memuji kerja Jokowi selama ini. Sewaktu menjabat Menteri Sosial, Khofifah mengaku sering melihat langsung bagaimana Jokowi bekerja.

“Kerja kerasnya beliau tentu berharap bisa menuntaskan PR-PR,” ungkap Khofifah.

Saat ditanya apakah Khofifah akan mendukung Jokowi dan bukan mendukung calon lain. Khofifah menjawab ‘iya’.

“Iya, insya Allah begitu,” jawab Khofifah.

“Biasa kalau ikut perjalanan beliau, kita berangkat subuh. Sudah shalat subuh, dia ambil pesawat dini hari. Beliau kerja keras dan berharap bisa menuntaskan berbagai PR yang dibutuhkan oleh negeri ini, terkait infrastruktur, bantuan sosial masyarakat kurang mampu, layanan pendidikan kesehatan,” tambah Khofifah.

Dia juga mengungkapkan bahwa Jokowi kerap menyukai detail dalam menyusun dan mengimplementasi program pemerintah.

“Saya mengetahui cara kerja beliau untuk mendeteksi hal2 yang mungkin, tak banyak yang suka detail, beliau suka detail, implementasi program harus detail,” tuturnya.

Oleh karena nilai tambah ini, Khofifah mengaku siap mendampingi Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2019 mendatang.