Sah! Jokowi Teken Keppres, Rabu 27 Juni Ditetapkan Libur Nasional


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) yang mengatur bahwa pada Rabu, 27 Juni 2018 ditetapkan sebagai hari libur nasional, sesuai dengan Keppres Nomor 14 Tahun 2018.

Keputusan libur nasional tersebut, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Senin (25/6/2018), sengaja ditetapkan mengingat pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo. “Keppres soal libur nasional tanggal 27 Juni sudah ditandatangani Presiden,” ujarnya, Senin (25/6), seperti dikutip dari Kompas.com.

Adapun pertimbangan ditekennya keppres tersebut mengingat warga negara membutuhkan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya. Seperti yang diketahui, pada 27 Juni nanti, 171 daerah akan menyelenggarakan pilkada, dan 17 di antaranya tingkat provinsi.

“Menetapkan hari Rabu, tanggal 27 Juni 2018, sebagai hari libur nasional dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak,” demikian bunyi penggalan Keppres tersebut, dikutip dari Detik.com, Senin (25/6/2018).

Baca Juga: Mengaku Tahu Persekongkolan Jokowi, Fahri Hamzah Bilang Begini …

Dengan pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati serta pemilihan wali kota (Pilwakot) yang digelar bersamaan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu sejak awal telah melakukan persiapan proses pemilihan di daerah-daerah yang menyelenggarakan dua pemilihan.

Komisioner KPU Jawa Tengah Ikhwanudin mengungkapkan, di daerah yang menyelenggarakan pemilihan bupati sekaligus gubernur akan diberikan dua surat suara. Satu surat suara untuk pemilihan gubernur, sementara sisanya digunakan untuk memilih bupati atau wali kota.

Lantaran waktu pemilihan yang dilaksanakan dalam satu waktu, maka masyarakat perlu mengingat akan ada dua kotak suara berbeda. Satu kotak adalah untuk Pemilihan Gubernur dan yang lain diperuntukkan untuk pemilihan bupati atau wali kota.

“Jadi surat suara ada dua, kotak suaranya juga ada dua, proses sama dalam satu TPS (tempat pemungutan suara),” ujar Ikhwanudin menjelaskan bagaimana tata cara dalam proses pemilihan, di Mapolda, Jawa Tengah, Senin (25/6).