Gadis Prancis Ini Masuk Tahanan AS Selama 2 Minggu Setelah Jogging di Pantai. Ternyata Ini Penyebabnya


    SURATKABAR.ID  Seorang gadis remaja asal Perancis merasakan pengalaman pahit : masuk pusat penahanan Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi saat dia sedang joging di sepanjang pantai.

    DIketahui, Pemerintah AS tengah menggencarkan upaya menegakkan perbatasan wilayahnya dengan memberlakukan kebijakan “Toleransi Nol” yang berlaku terhadap setiap orang yang melintasi perbatasan secara ilegal tanpa terkecuali.

    Cedella Roman yang baru berusia 19 tahun terpaksa merasakan pengalaman pahit dengan berada di pusat penahanan AS setelah secara tidak sengaja melintasi perbatasan AS- Kanada saat sedang joging di sepanjang pantai.

    Roman yang berkewarganegaraan Perancis, sedang berkunjung ke rumah ibunya di Kanada barat. Pada sore hari tanggal 21 Mei, dia berjoging di pantai di kota White Rock, British Columbia, yang berbatasan langsung dengan negara bagian Washington, AS di sisi selatan, dikutip dari Kompas.com pada Minggu (24/6/2018).

    Baca Juga: Keren! Nisa Syasya Hijaber Cantik yang Jago Juggling Bola. Bahkan Ketika Memakai …

    Kejadian itu terjadi ketika akan pulang berjoging karena air laut mulai pasang, Roman berjalan melewati jalanan yang menanjak sebelum menelusuri kembali ke arah dia datang. Di perjalanan, tanpa disangka dia dihentikan oleh dua petugas patroli perbatasan AS dan dituduh telah melintasi perbatasan secara ilegal.

    “Saya mencoba menjelaskan bahwa saya tidak melakukannya secara sengaja. Saya bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi,” terang Roman.

    Tak tinggal diam, Roman sempat memprotes karena merasa tidak melihat adanya tanda peringatan ataupun larangan untuk melintas daerah tersebut.

    Namun yang terjadi jauh dari perkiraan Roman, yang belum lancar berbahasa Inggris dan tanpa membawa dokumen identitas. Oleh petugas, Roman dibawa ke Pusat Penahanan Barat Laut Tacoma yang dikelola Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, yang berjarak 200 kilometer ke arah selatan.

    Saat tiba di pusat penahanan Roman segera menghubungi ibunya, dan ibunya bergegas membawa dokumen. Namun, proses verifikasi yang memaksa Roman harus tertahan disana selama dua minggu.