Astaganaga! Tolak Operasi Saat Hamil, 38 Tahun Kemudian yang Keluar dari Perut Wanita Ini Bikin Merinding


SURATKABAR.ID – Ada berbagai alasan seorang wanita enggan memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi kesuburannya. Selain itu, ada juga yang mengalami kehamilan tak terduga yang tetap menolak memeriksakan kandungannya dengan alasan takut.

Lantaran perasaan takut berlebihan itulah yang menyebabkan seorang wanita asal India melarikan diri ketika akan dilakukan tindakan operasi darurat, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Minggu (24/6/2018).

Padahal tindakan tersebut sangat penting dilakukan untuk mengeluarkan janin yang tak berkembang sebagaimana mestinya di dalam rahim Jyoti Kumar, warga Madhya Pradesh, India Tengah. Insiden tersebut terjadi pada tahun 1978, ketika dirinya masih berusia 24 tahun.

Menolak operasi, Jyoti kabur mencari jalur pengobatan lain di klinik kecil untuk membantu mengurangi rasa sakit yang dialaminya. Terbukti tanpa tindakan operasi, wanita ini akhirnya merasa sehat kembali. Namun hal tak terduga terjadi 38 tahun kemudian.

Tepat ketika Jyoti berusia 62 tahun, rasa sakit tak tertahankan mulai menyerang perut bagian bawah. Baru ketika itu ia memutuskan memeriksakan diri di sebuah rumah sakit. Dan dari hasil pemeriksaan awal melalui ultrasonografi, terkuak kondisi mengerikan bersemayam dalam perut Jyoti!

Baca Juga: Biadab! Gadis 6 Tahun ‘Dikerjai’ dan Dihabisi, Detik-Detik Terakhirnya Bareng Pelaku Tertangkap CCTV

Ditemukan sebuah benjolan seperti kanker pada sisi kanan di bagian bawah perut Jyoti. Dan untuk memastikan benjolan tersebut, tim medis menganjurkan dilakukan tes MRI. Barulah diketahui bahwa benjolan tersebut berupa kerangka bayi yang mendekam puluhan tahun di dalam rahimnya!

“Benda itu ditemukan di antara rahim, usus, dan kandung kemih serta bersifat padat yang menempel pada semua organ,” jelas salah seorang dokter yang menangani Jyoti, seperti dikutip dari laman Tribunnews.com.

Kemungkinan, cairan ketuban yang berfungsi melindungi janin selama dalam kandungan, diserap oleh jaringan lunak cair. Waktu demi waktu berlalu dan hanya tersisa sedikit cairan. Dokter menduga, itulah yang menyebabkan Jyoti diserang rasa sakit parah.

Untuk menangani kondisi langka yang dialami wanita malang tersebut, tim kemudian mencari catatan medis dari kasus serupa. Sebelumnya ada seorang wanita asal Belgia yang juga ngotot mempertahankan sisa kehamilan, disebut dengan kehamilan ektopik, sampai 18 tahun lamanya.