Jadi Dataran Termuda di Dunia, Proses Lahirnya Pulau Baru Ini Sangat Menakjubkan!


SURATKABAR.ID – Surtsey adalah pulau kecil di Islandia yang terbentuk di tahun 1963 karena erupsi dari letusan gunung berapi yang bertahan selama 3 tahun. Namun yang menarik dari pulau ini bukan cuma sejarah tentang terbentuknya saja. Selain pulau ini baru terbentuk dan muncul pada 55 tahun lalu di Islandia, kini Surtsey digunakan untuk penelitian ilmiah dan observasi, sehingga tak ada seorangpun yang boleh masuk ke dalamnya.

Melansir laporan Kapanlagi.com, Minggu (24/06/2018), disebutkan bahwa hanya peneliti tertentu saja yang boleh masuk dan memijakkan kakinya di pulau Surtsey yang letaknya sekitar 30 kilometer dari pantai selatan Islandia ini. Hanya mereka saja yang bisa melihat secara dekat apa saja hal yang ada di pulau termuda di dunia tersebut. Peraturan itu sendiri sebenarnya dibuat dengan alasan khusus dan spesifik.

Tentunya hal ini dikarenakan tak ada seorangpun yang diperbolehkan memasuki pulau yang dijadikan tempat penelitian sekaligus observasi ini tanpa izin.

Beberapa peneliti yang memiliki akses untuk keperluan riset masih diperbolehkan masuk karena pulau ini ditujukan untuk memahami bagaimana sebuah ekosistem terbentuk dari nol, tanpa adanya sentuhan manusia. Karena itulah pulau ini jadi salah satu tempat yang dilarang dikunjungi di planet Bumi.

Sebelum memasuki pulau ini, setiap peneliti dicek terlebih dahulu agar mencegah bibit tumbuhan asing dibawa masuk.

Baca juga: Temuan Bukti Keberadaan Lubang Hitam Langka Ini Hebohkan Para Ahli

Nah, tumbuhan pertama yang muncul di pulau Surtsey ini adalah lumut. Bisa tebak hewan apa yang pertama kali memasuki pulau ini? Ternyata hewan itu adalah Fulmar dan Guillemot. Karena tujuan penelitian, rasanya bakal seru untuk menunggu hasil dari mereka mengenai seputaran pulau ini.

Proses Kelahiran Pulau Surtsey

Melansir laman Travel.TribunNews.com, seperti pulau lain pada umumnya, Surtsey berasal dari letusan gunung berapi bawah laut yang berada pada kedalaman 130 meter di Laut Norwegia. Lava cair yang terus menumpuk mulai naik perlahan, sampai akhirnya pecah pada 14 November 1963 dan lahirlah pulau ini secara resmi. Kelahiran pulau Surtsey yang menakjubkan itu belakangan disaksikan langsung oleh awak kapal pukat yang berlayar di sekitarnya.

Saat melihat gumpalan asap gelap naik di kejauhan, sang kapten mengira sebuah kapal sedang terbakar, sehingga ia memerintahkan awak kapalnya untuk menyelidiki. Ternyata itu bukan kapal terbakar, melainkan sebuah pulau yang sedang lahir.

Mengutip laman Amusingplanet.com, pulau baru itu mulanya dinamai Surtur, dewa api dalam mitologi Nordik.

Pertama Dimasuki Wartawan Prancis

Kurang dari tiga minggu setelah pulau itu muncul, sebuah tim yang terdiri dari tiga wartawan Prancis berani menginjakkan kaki di bebatuan yang masih membara. Mereka bertahan selama lima belas menit sebelum sebuah ledakan keras memaksa mereka pergi.

Untungnya, Prancis tak mencoba mengklaim pulau tersebut meski wartawan mereka menjadi orang pertama yang pergi ke sana. Sebelum keadaan menjadi lebih serius dan politis, Islandia dengan cepat menegaskan kontrol atas pulau baru tersebut.

Sementara itu, gunung berapi di pulau tersebut terus meletus dan pulau semakin berkembang. Letusan terakhir diperkirakan terjadi pada tanggal 5 Juni 1967, dan diketahui pulau itu meluas sebanyak 2,7 kilometer persegi.

Pulau tersebut memiliki daerah tertinggi dengan ketinggian 174 meter di atas permukaan laut. Pada 2012, luas permukaannya telah berkurang setengahnya dan ketinggian maksimumnya juga turun menjadi 155 meter. Itulah sebabnya, banyak yang memperkirakan pulau ini hanya akan bertahan 100 tahun lagi.

Namun, ilmuwan menemukan beberapa tahun terakhir tingkat erosi melambat dan inti pulau mulai mengeras sehingga pulau ini dikatakan masih bisa bertahan selama berabad-abad. Yang membuat Surtsey begitu mempesona bagi para ilmuwan adalah tanaman dan hewan yang mendiami pulau tersebut.

Tanaman vaskular pertama ditemukan tumbuh di pantai pada musim semi tahun 1965. Dalam dua puluh tahun berikutnya, dari sekitar dua puluh spesies tanaman yang diamat, hanya setengah dari spesies yang bertahan hidup di tanah berpasir dengan sedikit gizi.

Pada tahun 2008, diketahui ada 69 spesies tanaman yang tumbuh di Surtsey. Surtsey juga menjadi rumah bagi beraneka binatang. Ada sekitar dua belas spesies burung ditemukan di pulau itu, termasuk fulmar, guillemot, camar, dan puffin Atlantik.

Kendati begitu, tak sembarang orang boleh datang ke pulau ini dengan alasan keselamatan dan kelestarian pulau. Sejak 1965, Surtsey telah menjadi cagar alam dan sebuah situs warisan dunia UNESCO.