Temuan Bukti Keberadaan Lubang Hitam Langka Ini Hebohkan Para Ahli


SURATKABAR.ID – Bukti penting yang berkenaan dengan keberadaan salah satu jenis lubang hitam langka baru saja ditemukan oleh para astronom. Temuan lubang hitam yang menghebohkan ini dianggap langka karena ukuran dan sifatnya. Meski berukuran kecil, lubang hitam ini mempunyai sifat super-masif. Sebelumnya, lubang hitam yang dikenal dengan nama intermediate-mass black hole (IMBH) ini tengah diperdebatkan oleh para ahli.

Namun, melansir laporan Kompas.com, Sabtu (23/06/2018), perdebatan itu kemudian terselesaikan setelah para astronom di Space Science Center di Universitas New Hampshire (UNH) justru menemukan bukti kuat berkenaan lubang hitam “tanggung” tersebut.

“Kami merasa sangat beruntung telah melihat objek ini dengan banyak data yang berkualitas tinggi, yang membantu menentukan massa lubang hitam serta memahami sifat dari peristiwa spektakuler tersebut,” ujar Dacheng Lin, penulis utama penelitian ini, sebagaimana dikutip dari Science Daily rilisan Senin (18/06/2018).

“Penelitian sebelumnya, termasuk penelitian kami sendiri, telah melihat kejadian serupa tetapi tidak selengkap ini dan masih terlalu jauh,” lanjut Lin yang merupakan seorang asisten profesor peneliti di UNH Space Science.

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy itu, disebutkan bahwa untuk mendapat temuan ini, para peneliti menggunakan citra satelit untuk mendeteksi pertama kalinya tanda signifikan dan aktivitas dari lubang hitam ini. Mereka menemukan pancaran radiasi multiwavelength yang sangat besar dari pinggiran galaksi jauh.

Baca juga: Ternyata Lubang Hitam Bisa Berbunyi! Ilmuwan Ini Ungkap Cara Dengarkannya

Data ini diambil para astronom dari tiga teleskop X-ray yang mengorbit, yakni Chandra X-ray Observatory milik NASA, Swift Satellite dan XMM-Newton milik ESA.

Tidal Disruption Event (TDE)

Berdasarkan sejumlah analisis, hasilnya, karakteristik dari panjang pancaran menawarkan sebuah bukti adanya bintang yang “terkoyak”. Peristiwa ini dikenal sebagai gangguan pasang surut atau tidal disruption event (TDE).

Saat peristiwa TDE terjadi, sebagian serpihan bintang yang hancur akan berpencar keluar atau masuk ke dalam mulut lubang hitam. Di dalam lubang hitam, serpihan bintang akan terbakar dalam suhu yang sangat panas dan memancarkan pancaran X-ray berbeda-beda.

Para peneliti menyebutkan, pancaran itu dapat mudah mencapai luminositas (kecemerlangan) maksimum atau energi maksimal. Kondisi ini memudahkan para ahli untuk mendeteksi keberadaan IMBH secara efektif.

Para astronom pertama kali mendeteksi aktivitas lubang hitam ukuran “tanggung” ini pada Oktober 2003. Saat itu para ahli mendeteksi adanya pancaran gelombang radiasi yang berasal dari wilayah terluar galaksi.

Pancaran itu serupa dan mirip dengan aktivitas bintang yang sedang ditelan oleh lubang hitam. Aktivitas ini terlihat karena pancaran radiasinya perlahan meredup setelah beberapa dekade dan akhirnya mati. Para ahli mengetahui, pancaran energi foton ditentukan oleh ukuran lubang hitam yang menelan sebuah bintang. Data-data dari peristiwa ini lantas membantu astronom mengetahui massa sebuah lubang hitam dan menentukan ukurannya.

“Dari teori pembentukan galaksi, kami berharap banyak lubang hitam ukuran berkeliaran di gugus bintang,” ujar Lin.

“Tapi ternyata hanya sedikit yang kita ketahui, karena mereka biasanya luar biasa tenang dan sangat sulit dideteksi dan semburan energi dari pertemuan bintang yang meledak jarang terjadi,” lanjutnya.

Diakui para astronom, peristiwa ledakan yang dipicu oleh lubang hitam “tanggung” memang jarang terjadi. Namun, para ahli percaya bahwa penemuan mereka telah membuktikan keberadaan IMBH yang masih bersembunyi di sudut-sudut galaksi angkasa.