Kecewa Putrinya Suka Membully, Seorang Ibu Beri Hukuman Tak Terduga

    SURATKABAR.IDBullying atau perundungan semakin merajalela. Bahkan di kalangan anak-anak pun juga sering terjadi.

    Ketika mengetahui buah hati suka membully temannya, apa yang Anda rasakan? Hal ini pun terjadi pada seorang ibu bernama Amanda Mitchell.

    Amanda menghukum putrinya yang berusia 9 tahun karena bertingkah seenaknya dan sering mengintimidasi teman-temannya di sekolah.

    Tak tanggung-tanggung, Amanda memberi hukuman dengan cara mengosongkan isi kamar anaknya.

    Amanda hanya meninggalkan kasur dengan kaos bertuliskan anti-bullying di atas. Kaos itu ia tinggalkan untuk dipakai sang anak selama seminggu bersama dengan beberapa pasang kaos kaki.

    Baca juga: Korban Bullying, Siswa Ini Balas Dendam Hingga Tewaskan 9 Temannya

    Baju itu sebenarnya selalu dicuci Amanda saat malam hari. Tapi ia melakukannya secara diam-diam saat anaknya sedang tidur.

    “Selamat datang di Mommy’s Juvenile Detention gadis kecil,” tulis Amanda di Facebook-nya yang dilansir Huffington Post oleh HaiBunda, Kamis (21/6/2018).

    Menurut Amanda, hukuman yang dia berikan tidak terlalu keras. Jika anaknya tumbuh dan melanggar hukum yang berujung penjara, itu akan lebih parah dan bukan hal itu yang diinginkan Amanda pada anak-anaknya.

    Amanda menilai, masalah generasi sekarang adalah hukuman yang kurang memadai. Diakui Amanda hukuman itu buruk. Tapi kita sebenarnya hanya perlu penguatan positif dalam mendisiplinkan anak.

    “Jika ia tumbuh, melanggar hukum dan berujung penjara sungguh bukan itu yang saya inginkan untuk anak-anak saya,” kata Amanda.

    Ia hanya ingin berbagi tentang apa hukuman yang cukup untuk anaknya. Amanda juga merasa bahwa sang putri biasanya berperilaku baik.

    Amanda juga meminta putrinya menulis kalimat, ‘Saya tidak akan berbohong’, ‘Saya akan berbuat baik pada semua orang’, ‘Saya akan berperilaku baik di sekolah’, dan ‘Saya akan bertanggung jawab atas tindakan saya sendiri’. Masing-masing kalimat tersebut ditulis 50 kali.

    “Ya dia memang agak kaget saat pertama kali melihat ruangannya. Tapi, habis itu dia menyesal setelah kami bicarakan lebih dalam,” kata Amanda.

    Di tengah penyesalannya, sang anak menuliskan surat pada teman-temannya yang ia bully dan menulis surat untuk guruya.

    Postingan tersebut 59 ribu kali dishares dan mendapat 98 ribu reaksi serta beberapa ratus komentar yang kebanyakan berasal dari orang tua.

    Luar biasa. Ini adalah cara mengajarkan anak-anak ada konsekuensi atas tindakan mereka. Ini adalah bagaimana mereka belajar,” tulis salah satu netizen.