Iklannya di Piala Dunia Malah Melecehkan Wanita, Burger King Minta Maaf


SURATKABAR.ID – Iklan restoran cepat saji Burger King di sosial media mengundang kemarahan publik. Banyak yang memprotes keras iklah tersebut karena isinya bermuatan hal yang dianggap melecehkan wanita. Burger King memberikan hadiah kepada wanita yang dihamili pesepakbola.

Seperti dikutip dari The Guardian melalui Finance.Detik.com, Kamis (21/06/2018), Selasa lalu Burger King menampilkan iklan berbahasa Rusia yang menawarkan hadiah 3 juta rubel atau US$ 47.000, setara Rp 658 juta (kurs Rp 14.000) dan gratis burger Whoppers seumur hidup kepada wanita yang dihamili pesepakbola yang berlaga di Piala Dunia 2018.

Tak lama setelah mengumumkan iklan tersebut, mereka menariknya karena dikecam protes. Burger King menuliskan pernyataan dan meminta maaf serta telah menghapus semua materi yang terkait dengan promosi tersebut. Namun tentu bukti iklan itu sempat disimpan oleh para netizen.

Burger King memang memiliki sejarah yang kurang baik di Rusia. Tahun lalu, restoran cepat saji ini mengolok-olok seorang korban perkosaan remaja dalam iklannya. Burger King juga menampilkan wajah Diana Shurygina, yang diperkosa sewaktu berusia 16 tahun di sebuah pesta, sebagai bagian dari promo beli satu gratis satu burger.

Bukan hanya di Rusia, di Singapura, Burger King juga mengiklankan burger tujuh inci dengan gambar yang tak senonoh dan mengarah ke perilaku s*eks tertentu.

Baca juga: Mewah! Restoran di Amerika Sajikan Chicken Wing Saus Emas 24 Karat, Mau Coba?

Pelecehan Terhadap Wanita Rusia

Melansir laman Bola.com, isi iklan tersebut memuat kalimat sebagai berikut:

“Perempuan yang berhasil mendapatkan gen pesepak bola terbaik akan mempromosikan kesuksesan tim Rusia untuk generasi mendatang,” demikian bunyi kata-kata dalam iklan itu.

Di iklan itu, Burger King juga mengumumkan sayembara, bagi wanita Rusia yang bisa sukses dihamili pesepak bola-pesepak bola yang berlaga di World Cup akan mendapat hadiah sebesar 3 juta rubel (sekitar Rp 668 juta).

Promosi ini menyebabkan kemarahan publik di negara tuan rumah, mereka memaksa perusahaan untuk menghapus iklan tersebut.

“Ini adalah refleksi langsung dari tingkat masyarakat kita terhadap perempuan,” tukas salah satu pentolan komunitas feminis di aplikasi Telegram.

Tak hanya iklan Burger King yang memicu perdebatan, pemberitaan media-media Rusia dinilai cenderung mendiskreditkan wanita di negara tersebut. Mereka digambarkan sebagai pemangsa seksual yang memburu mangsanya.

Artikel di media pro-Kremlin mendeskripsikan cara mereka “memancing penggemar asing” dan mengobrol dengan mereka.

“Trik cinta: Keindahan Rusia menangkap penggemar asing,” tulis surat kabar Moskovskiy Komsomolets.

Cenderung Diam Saja

Alyona Popova yang merupakan aktivis hak-hak perempuan Rusia mengatakan kepada pers bahwa ada kurangnya ketegasan di kalangan perempuan Rusia. Mereka cenderung diam saja sekalipun mendapat pelecehan.

“Jika orang-orang berteriak dari setiap sudut bahwa seorang wanita hanya tubuh, dan mencari alasan untuk membenarkan pelecehan seksual, dan menyalahkan korban kekerasan dalam rumah tangga atas apa yang terjadi, maka perempuan mulai berpikir bahwa ini adalah sebuah norma,” tegasnya.

Pernyataan Popova mengacu pada skandal pelecehan seksual baru-baru ini yang melibatkan anggota parlemen Rusia Leonid Slutsky, yang dituduh oleh beberapa wartawan berperilaku seksual menyimpang. Berita soal sang politisi memicu kemarahan publik.

Baru-baru ini, muncul juga sebuah video yang memperlihatkan para penggemar sepak bola Brasil menyanyikan lagu yang vulgar dalam bahasa Portugis dengan seorang wanita Rusia. Terjadi kegemparan di Brasil, reaksi di Rusia sendiri cenderung adem ayem.

Dalam video tersebut wanita Rusia, yang tampaknya tidak berbicara bahasa Portugis, terlihat tersenyum dan mencoba bernyanyi bersama dengan penggemar Timnas Brasil, karena tak menyadari bahwa nyanyian itu membicarakan bagian anatomi tubuhnya.