SBY Tuding Jokowi Menyalahgunakan Kekuasaan. PDIP Berikan Sindiran Menohok soal Pemilu 2009


SURATKABAR.IDMenjelang Pilkada Serentak 2018, Partai Demokrat menuding pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi memanfaatkan kekuasaannya untuk memenangkan pasangan calon yang didukug PDI Perjuangan dalam pemilihan 27 Juni mendatang. Tudingan ini memanaskan suhu politik kedua partai.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan kritik partainya kepada pemerintah berdasarkan temuan di lapangan.

“Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono maupun pengurus partai kerap terjun ke daerah dan menemukan banyak upaya tidak jujur yang dilakukan pemerintah, terutama dalam pilkada,” terangnya, dikutip dari Tempo.co pada Kamis (21/6/2018).

Ferdinand mengatakan, saat ini sikap Demokrat lebih tegas terhadap pemerintahan Jokowi, sapaan Joko Widodo.

Baca Juga: Singgung Program Jokowi, AHY: Apa Kabar Revolusi Mental?

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu Bambang Dwi Hartono membantah tudingan dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo, yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan politik di Pilkada Serentak 2018.

Dia menyangkal pernyataan Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), soal aparat negara yang berpotensi tak netral dalam Pilkada serentak 2018.

Bambang menyatakan pernyataan SBY itu justru telah merendahkan hak pilih yang melekat pada masyarakat, dan sebagai bentuk kepanikan. Bahkan dia mengungkit soal sejumlah kejanggalan dalam Pemilu 2009 silam.

“Pak Jokowi tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan. Berbeda dengan yang sebelumnya. Siapa yang di belakang tim Alpha, Bravo dan Delta? Siapa yang menggunakan KPU yang seharusnya netral dan dijadikan pengurus partainya? Siapa yang memanipulasi IT sehingga Antasari dipenjara?” tegas Bambang dalam penyataan tertulis resmi pada Rabu (20/5/2018).

Selain itu, dia juga menyindiri soal pihak yang diduga memanipulasi DPT sehingga kursi di Pacitan pada pemilu 2014 berkurang drastis dibanding 2009. Bambang juga menyinggung soal Dana Bansos yang dimulai di era pemerintahan SBY.