Heboh Temuan Ular Putih Ukuran Orang Dewasa di Manggarai Enggan Gigit Manusia


SURATKABAR.ID – Sudah beberapa hari ini masyarakat dibuat heboh oleh peristiwa ibu rumah tangga di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara yang ditelan hidup-hidup oleh seekor ular piton raksasa. Sementara itu, diketahui sebelumnya, Akbar bin Ramli (25) juga tewas dimangsa ular piton raksasa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Namun tidak demikian di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur pada Maret 2018 lalu.

Malahan, melansir reportase TribunNews.com, Senin (18/06/2018), peristiwa yang terjadi di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur itu tergolong unik lagi mistik. Pasalnya, warga dan turis asing di sana menemukan seekor ular raksasa sepanjang 23 meter warna putih di gua Istana Ular di desa itu.

Namun menurut warga setempat, istana ular adalah rumah bagi banyak Piton dengan berbagai ukuran. Bahkan, warga setempat menyebutkan ada ular yang sangat besar dan tebal berwarna putih di ujung gua. Selama ini, dikethui bahwa hubungan antara ular dengan penduduk lokal di sana memang cukup terselubung—dalam artian menyoal fakta sejarahnya yang kerap bercampur dengan berbagai cerita rakyat dan mitos.

Biasanya, penduduk desa akan menceritakan bagaimana—selama musim hujan—ular-ular itu keluar dari gua. Tak pelak setelahnya, akan ada banyak anjing dan ayam dari desa itu yang menghilang. Lantaran tempatnya yang terkenal mistis, jika seseorang hendak memasuki gua itu, maka meminta izin terlebih dahulu kepada “orang pintar” adalah wajib. Ini dikarenakan orang pintar tersebutlah yang mengetahui seluk beluk gua terselubung itu.

Bagaimana jika ada seseorang yang nekat memasuki gua tanpa seizin orang pintar terlebih dahulu? Dapat dipastikan si pengunjung yang nekat itu akan mengalami musibah.

Baca juga: Misterius! 5 Tempat Ini Disamarkan oleh Google Earth, Wilayah di Himalaya Dihitamkan

Untuk masuk ke lokasi gua ular ini, pengunjung sangat dianjurkan untuk menggunakan jasa pawang dari desa setempat, sekaligus melakukan ritual kecil sesuai dengan tradisi warga lokal di sana. Yang sudah menjadi tradisi, seekor ayam kecil akan dijadikan korban untuk acara ritual adat istiadat terkait.

Ritual Sebelum Masuki Gua Istana Ular

Temuan ular putih seukuran orang dewasa itu terjadi saat Dorateus Manto, salah seorang warga di sana menemani delapan bule asal Jerman memasuki Gua Istana Ular.

“Waktu kami temukan ular itu, bule langsung mengambil alat ukur untuk mengukur panjang ular tersebut. Saat diukur ular itu tidak bergerak. Setelah diukur, baru diketahui persis panjangnya 23 meter,” tutur Doroteus kepada pers, mengutip laporan Pos Kupang (grup Surya.co.id).

Menurutnya, ular putih ditemukan saat mereka memasuki gua sepanjang 200 meter hingga 500 meter itu. Yang unik dan menarik, ular tersebut tidak bergerak saat ditemukan. Padahal, mata sang ular sedang terbelalak lebar.

“Saat masuk ke dalam gua, kami dibagikan tabung oksigen lengkap dengan alatnya oleh bule sehingga kami masih bisa bernapas lancar walaupun di kedalaman lima ratus meter,” tukasnya bercerita.

Ia lantas menjelaskan, di sana mereka tidak hanya menemukan ular putih saja. Ia juga melihat beberapa ular dengan beraneka warna.

“Pada kedalaman dua ratus sampai lima ratus meter, ada banyak ular yang berwarna merah, kuning, hitam dan hanya satu ekor yang putih,” ungkap Doroteus seraya berkata bahwa dirinya beberapa kali menginjak ular-ular itu.

Ular Hijau

“Kami berjalan di atas ular dan tidak bisa menghindar karena gua dipenuhi ular. Kami melangkah sambil menginjak ular, tetapi ular tidak gigit kami,” ujar Doroteus.

Ari Samsung selaku Kepala Desa Galang menyebutkan, ular di gua Istana memang sering keluar masuk. Namun, jika pengunjung gua Istana Ular membludak, ularnya enggan keluar.

“Biasanya di mulut gua kita bisa temukan dengan mudah banyak ular. Tetapi itu kalau kita datang tidak banyak orang. Kalau banyak orang seperti saat ini, ularnya menghindar,” imbuh Ari.

Dia juga membenarkan soal keberadaan ular putih besar yang mendiami gua.

“Saya peribadi memang belum pernah melihat langsung ular putih tetapi warga saya cukup banyak yang sudah melihat langsung ular putih itu.

Sejak lama, sudah sering warga kami melihat ular besar warna putih itu,” tutup Ari.