Duh! Semua Telapak Kaki 4 Bocah ‘Membatu’, Tak Disangka Penyebabnya Penyakit Langka Ini


SURATKABAR.ID – Kabar mengerikan ini tidak datang dari kisah legenda anak yang durhaka kepada ibunya, melainkan kejadian nyata 4 bocah bersaudara kandung dari keluarga miskin di Pakistan yang kaki-kakinya perlahan mengeras berubah menjadi ‘batu’ akibat terserang penyakit langka.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, keempat bersaudara itu adalah adalah Habibullah Bhatti (19), Mehrunisa (15), Nasebullah Bhatti (10), dan Khairunisa (6). Menurut dokter yang memeriksa mereka, bocah-bocah malang ini menderita epidermolytic hyperkeratosis.

Untuk diketahui, jumlah penderita epidermolytic hyperkeratosis di seluruh dunia mencapai angka 200.000. Akibat kondisi tersebut lapisan kulit tebal dan keras tumbuh pada tangan dan kaki para penderita, hingga menimbulkan pengelihatan seperti tangan atau kaki yang ‘membatu’.

Melihat kondisi mengenaskan yang dialami keempat orang buah hatinya, Nazir Bhatti (50) dan Abida Ali (48), mengaku mencemaskan masa depan mereka. Pasalnya hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kondisi aneh yang terlihat mengerikan tersebut.

Akibat penyakit langka yang menyerangnya, keempat bocah ini tidak dapat mengenakan alas kaki, baik sepatu maupun sandal. Pasalnya, hal tersebut dapat memperparah rasa sakit yang mereka rasakan. Oleh karena itu bocah-bocah ini terpaksa berjalan dengan kakitelanjang ke manapun mereka pergi.

Baca Juga: Aneh Banget, 10 Jenis Penyakit Langka Ini Gejalanya Mengherankan

“Tiga tahun lalu, putra bungsu saya, Khairunisa, diserang oleh penyakit aneh. Lapisan tebal kulit tumbuh di kakinya yang mulai berubah menjadi batu dalam beberapa bulan,” jelas Nazir mengawali kisah mengenaskan yang menyerang keluarga mereka, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (13/6/2018).

“Kami telah mencoba membawanya untuk menemui ahli, tetapi masih begitu. Dan dalam enam bulan ke depan, ketiga anak saya yang lain juga memiliki penyakit yang sama,” tutur sang ayah yang mengaku mengirim tiga anak lain ke kediaman sang nenek agar terhindar dari penyakit serupa.

Nazir menambahkan, meski kondisi pada musim dingin di rumah mereka yang terletak di Sujawal, sekitar 83 mil di sebelah timur Karachi bisa turun sampai 3 derajat Celcius, anak-anaknya tetap tidak bisa mengenakan sepatu, atau sekedar stocking untuk mengurangi rasa dingin yang menggigit.

“Mereka tidak bisa memakai sepatu atau stocking. Sangat sulit bagi mereka untuk berjalan selama musim panas dan musim dingin tanpa mengenakan sepatu. Kadang mereka terlalu sakit sehingga saya dan istri saya harus meletakkan ait di kaki mereka setiap jam untuk melembutkan kulit mereka,” keluh Nazir.

Lebih lanjut ia memaparkan kepada wartawan lokat bahwa mereka telah berupaya dengan mendatangi beberapa dokter, namun usaha tersebut tak membuahkan hasil. Tak satu pun obat dari tenaga medis yang dapat menyembuhkan penyakit anak-anaknya.

“Kami berbicara dengan beberapa dokter dan pemuka agama setempat, yang memberikan obat cair yang berbeda. Tetapi tidak ada yang bertambah baik dalam kehidupan anak-anak saya. Kulit mereka semakin buruk hari ini,” papar Nazir.

Ayah bocah-bocah penderita epidermolytic hyperkeratosis ini hanya dapat mengantongi 3 poundsterling setiap hari dari profesinya sebagai koki di sebuah rumah makan kecil. “Dengan penghasilan saya, saya tidak bisa memberi makan keluarga saya,” pungkasnya.