Bosen Ditanyai “Kapan Nikah” Saat Lebaran? Yuk Bungkam Si Kepo Dengan Cara Ini


SURATKABAR.IDKetika merayakan Hari Raya Idul Fitri, tentunya kita akan berkumpul dan bertemu dengan keluarga besar kita, entah keluarga dekat maupun keluarga jauh. Kita juga akan bersilaturrahmi dengan sanak saudara, tetangga hingga teman.

Esensi dari Lebaran yakni ketika sesama saudara muslim saling memaafkan, meminta maupun memberi maaf merupakan salah satu cara untuk kembali ke fitrah. Tak jarang ketika saling bersilaturrahmi ini, kita akan berkomunikasi dengan membangun sebuah percakapan.

Ketika berkomunikasi, tak jarang pula akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari yang umum hingga ke khusus, yakni pertanyaan mengenai personal diri kita. Mulai dari karir, status hingga rencana kehidupan.

Dilansir dari laman viva.co.id, sebuah jaringan profesional terbesar di dunia yakni LinkedIn, memiliki kiat-kiat tentang bagaimana cara Anda merespons pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tentunya respons tersebut ditilik dari sudut pandang seorang profesional. Tak hanya itu, bagaimana cara membangun percakapan yang lebih menarik pun disajikan oleh jaringan profesional tersebut.

Baca Juga: Dikritik Netizen Soal Transferan. Vanessa Angel: Namanya juga Sosmed Tempatnya Pamer

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ketika lebaran yakni “Kapan Nikah?”, terlebih apabila umur kita sebenarnya telah cukup dan teman sebaya kita telah banyak yang menikah. Tak hanya bertanya, biasanya juga diikuti dengan rekomendasi atau nasihat dari teman bicara.

Untuk yang berusia di akhir 20-an dan awal 30-an pasti sangat terganggu bila ditanyai hal tersebut, pasalnya rentang usia tersebut merupakan usia yang pas untuk fokus pada karir.

Cara yang paling baik untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan tersenyum dan menekankan kepada penanya bahwa Anda sedang memperbaiki diri sebelum menjalin hubungan jangka panjang dengan lawan jenis atau menikah. Jangan lupa untuk meminta doa kepada penanya, agar diberikan yang terbaik untuk Anda.

Kebahagian merupakan hal yang paling penting untuk diri sendiri, jangan membandingkan diri sendiri dengan kesuksesan orang lain, misalnya dalam karir maupun percintaan.