Berdalih Orderannya Tak Sesuai, Penumpang Tega Lakukan Hal Ini Kepada Supir Taksi Online

SURATKABAR.IDHandarri ditemukan tewas dengan darah memenuhi kepalanya pada Selasa (12/6/2018) pukul 09.15 Wita.

Luka ditemukan di bagian kepala, telinga, dan punggung pria berusia 27 tahun itu.

Dugaan sementara Handarri menjadi korban pembunuhan. Tersangkanya pun berhasil ditangkap PJR Ditlantas Polda Kalimantan Timur (Kaltim) pada pukul 16.40 Wita.

Pelakunya bernama Darmadi Anca. Sebelumnya, pada pukul 15.00 Wita, ditemukan petunjuk soal Darmadi dari seorang rekannya.

Rekannya itu mengaku mengantarkan Darmadi ke indekosnya di Jalan Prapatan, Balikpapan Kota dengan kondisi tangan terluka. Dari informasi tersebut, petugas mengejar tersangka ke indekosnya. Namun, Darmadi sudah tak ada.

“Kemudian, kami mendapat petunjuk bahwa pelaku menyewa mobil untuk berangkat ke Sangatta, Kutai Timur,” ucap Yohanes dikutip dari Jawapos.com, Rabu (13/6/2018).

Baca juga: Aneh! Supir Taksi Online Ini Malah Ditilang Saat Angkut Penumpang

Pukul 20.50 Wita, Darmadi pun langsung dibawa ke Polres Balikpapan. Menumpang mobil penyidik, Darmadi hanya bisa menunduk di kursi belakang mobil.

Dari mobil, Darmadi langsung digiring ke sel tahanan Polres Balikpapan.

“Hasil interogasi sementara, pelaku menyebut dia berselisih paham dengan korban. Sakit hati karena orderannya tak sesuai,” ujar Yohanes.

Handarri memang baru satu bulan ini mengambil pekerjaan sampingan sebagai sopir taksi online. Pekerjaan utamanya adalah sebagai pegawai Pegadaian.

Ayah Handarri, Rosidi, mengetahui kematian putra sulungnya itu dari ketua RT setempat sekitar pukul 10.00 Wita. Dari sana, dia diminta ke Polsek Balikpapan Selatan.

“Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil hand phone-nya untuk menghilangkan jejak,” yakin Rosidi.

Rosidi pun berharap pelaku dihukum berat sesuai aturan. Dia mengaku heran, pelaku tega menghabisi nyawa anaknya.

“Saya masih heran, kenapa dia tega membunuh anak saya. Usia mereka sepantaran,” sebut Rosidi.

Sementra itu, Ulfa, perempuan yang baru enam bulan menjadi istri Handarri hanya bisa meringkuk di kasur dan menangis. Ditemui di rumah Handarri, Ulfa tak bisa diwawancarai karena masih syok.