Heboh! Robot Penjelajah Curiosity dari NASA Temukan ‘Blok Bangunan Kehidupan’ di Mars


    SURATKABAR.ID – Para ilmuwan NASA menemukan fakta menghebohkan di Planet Mars. Mereka menyebutnya “tanda-tanda penting kehidupan”. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh wahana penjelajah Mars, Curiosity, diketahui bahwa danau di dalam Kawah Gale mengandung molekul organik yang terbuat dari karbon dan hidrogen. Kemungkinan, ada elemen lainnya seperti oksigen dan nitrogen.

    Senyawa kuno itu sudah tertidur di batuan sedimen selama tiga miliar tahun. Namun, Curiosity milik NASA berhasil menemukannya di sekitar Mars. Demikian seperti dikutip dari laporan NationalGeographic.Grid.id, Minggu (10/06/2018).

    Rover sebesar mobil SUV ini, mengebor lubang pada batu sedimen, mengambil beberapa sampel, lalu menelitinya dengan sistem Sample Analyst at Mars (SAM) yang ia miliki. SAM merupakan instrumen khusus untuk memanaskan tanah Mars menggunakan oven bertenaga nuklir untuk melepaskan molekul organik dari bebatuan.

    Metana, Blok Kehidupan Lain di Mars

    Curiosity juga menemukan ‘blok bangunan kehidupan’ lain di Mars, yakni metana. Namun, ini cenderung musiman. Molekul-molekul organik ini masih ada hingga sekarang, tetapi para ilmuwan menandaskan, itu bisa dihasilkan dari zat kimia batu, bukan secara biologis.

    “Kami tidak bisa mengatakan apakah metana ini merupakan hasil dari serpentinisasi (reaksi kimia antara bebatuan besi dengan cairan) atau aktivitas mikrob pada kedalaman tertentu,” ungkap Michael Mumma, ilmuwan NASA.

    Baca juga: Misterius! 5 Tempat Ini Disamarkan oleh Google Earth, Wilayah di Himalaya Dihitamkan

    Kendati penemuan ini hanyalah hal kecil dari pencarian sumber kehidupan di Mars, namun ke depannya, bisa menjadi lompatan besar bagi Curiosity.

    “Jika Anda bekerja dengan sesuatu yang gila seperti wahana penjelajah Mars dan instrumen kompleks yang dikirim keluar angkasa, rasanya seperti bisa melakukan semua hal yang sebelumnya tampak tak mungkin,” ujar Jennifer Eigenbrode, ahli biogeochemistry yang juga pemimpin penelitian.

    “Saya bekerja dengan sekelompok orang yang menakjubkan dalam meniliti kehidupan Mars dan kami telah menemukan banyak hal,” lanjutnya.

    Eigenbrode dan peneliti lainnya menyebutkan bahwa penemuan ini jangan dianggap sebagai bukti baru adanya kehidupan, tapi potensi Mars sebagai tempat tinggal manusia. Berikutnya, hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science.