Setelah Razan al-Najjar, Peluru Jarak Dekat Tentara Israel Sengaja Menyasar Keluarga Aktivis Palestina


SURATKABAR.ID – Kepergian perawat cantik Palestina karena peluru sniper Israel masih meninggalkan duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga dan rekan sejawatnya, namun bagi umat Muslim di dunia. Seolah belum cukup, tentara zionis kembali menyarangkan timah panas ke korban tak berdosa lainnya.

Dilansir Tribunnews.com dari Maannews, Kamis (7/6/2018), pasukan Israel menembakkan 3 peluru jarak dekat ke seorang pemuda Palestina berusia 21 tahun di bagian leher. Serangan pada Rabu (6/6) tersebut dengan sukses mencabut nyawa Izz Abd al-Hafith Tamimi.

Peristiwa berdarah ini dipicu oleh serangan pasukan Israel di desa Tepi Barat. Menurut keterangan para saksi, pasukan Israel dengan tegas melarang siapa pun yang nekat mencoba menolong pemuda tersebut. Mereka tak akan segan menyerang penduduk untuk memberikan bantuan medis kepadanya.

Sebuah video merekam bagaimana Izz tengah meregang nyawa di tanah dengan sejumlah pasukan Israel mengelilinginya. Suara dalam rekaman tersebut menyebutkan bahwa tentara Israel sengaja menembak Izz dari jarak dekat.

Ketika si perekam video tersebut mengatakan akan membawa Izz ke rumah sakit, pasukan Israel justru menggotong tubuh Izz ke dalam jip, sementara tentara di belakangnya menembakkan senjata mirip bom untuk membubarkan kerumunan penduduk di tempat kejadian.

Baca Juga: Soal Penembakan Razan Al Najjar, Israel Katakan Hal Itu Tak Sengaja

Warga setempat memberikan pengakuan mengejutkan. Mereka mengungkapkan bahwa Izz merupakan anggota dari keluarga Tamimi yang memang selama ini dicari pasukan Israel.

Keluarga Tamimi sendiri diketahui merupakan salah satu keluarga pejuang Palestina yang dikenal paling vokal dalam menyuarakan tentangannya terhadap zionis Israel.

Namun juru bicara militer Israel menampik tudingan tersebut dan mengatakan bahwa penembakan terjadi saat bentrokan terjadi di Nabi Saleh. Ia mengungkapkan bahwa ada 10 pemuda yang melemparkan batu ke arah tentara Israel. Padahal mereka ‘hanya’ melakukan operasi penahanan.

“Selama kerusuhan, seorang warga Palestina mengapit pasukan dan melemparkan batu ke arah seorang tentara, memukul kepalanya. Tentara itu kemudian menjawab dengan tembakan langsung, melukai warga Palestina itu,” tutur juru bicara tersebut, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (7/6/2018).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa tentara Israel yang berada di lokasi kejadian segera melakukan tindakan perawatan, namun korban tidak dapat diselamatkan. “Warga yang terluka dirawat oleh pasukan Israel di tempat kejadian, tetapi kemudian meninggal,” tambahnya.

Mengenai keluarga Tamimi, mereka dikenal sebagai aktivis penentang pendudukan pihak militer zionis Israel di kawasan Tepi Barat. Sepupu perempuan Izz, Ahed Tamimi juga pernah menjadi korban kekejaman tentara Israel. Ia ditangkap lantaran menampar tentara Israel.

Ketika kecil, Ahed juga pernah menyerang seorang tentara yang akan menangkap saudara laki-lakinya dengan menggigit tangan tentara tersebut. Aksi Ahed yang berani itu diabadikan dalam foto yang akhirnya dijadikan simbol pergerakan keluarga mereka. Berkat keberanian Ahed yang tak kenal takut, Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan pernah menerimanya pada 2012 silam.