Saat Jawaban Mabes Polri dan Pengacara Kompak Saling Lempar Soal SP3 Kasus Rizieq


SURATKABAR.ID – Sugito Atmo Pawiro selaku pengacara dari Habib Rizieq Shihab (HRS) mengklaim dirinya belum mendengar soal dugaan penghentian penyidikan kasus chat pornografi Firza Husein dan HRS. Meski mengaku belum mengetahui mengenai perkembangan kasus ini, namun ia melontarkan pernyataannya guna menyikapi ramainya pemberitaan yang mengatakan kasus chat tersebut telah di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kepolisian.

“Siapa yang bilang (soal SP3), saya belum tahu,” tutur Sugito saat dihubungi pada Kamis (07/06/2018), seperti dikutip dari laporan Republika.co.id.

Diakui Sugito, dirinya belum menanyakan perkembangan kasus tersebut. Jika benar informasi SP3 itu, lanjutnya, maka secepatnya ia akan berkunjung ke Polda Metro Jaya untuk menanyakan dan meminta surat SP3 tersebut.

“Belum, belum (ke Polda), secepatnya, nanti akan saya kabari,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kapitra Ampera yang juga merupakan pengacara HRS telah mengklaim kasus kliennya kini telah dihentikan oleh Polda Metro Jaya. Kapitra menyebutkan, kasus itu sudah lama dihentikan oleh kepolisian. Namun, polisi belum memberikan keterangan resmi kepada masyarakat mengenai status Rizieq dan kasusnya itu.

Baca juga: Soal Penghentian Kasus Chat Habib Rizieq, WakaPolri Bilang Begini

Saat ditanyakan mengenai alasan SP3 tersebut, menurut Kapitra, biarkan kepolisian yang memberikan keterangan resmi.

“Silakan polisi jelaskan pada masyarakat tentang kepastian hukum kasus Rizieq dan kalau sudah SP3 umumkan biar ada kepastian hukum segera. Karena ini menyangkut hak hidup seseorang,” ungkapnya.

Jawaban Mabes Polri Belum Kompak

Sementara itu, melansir laporan Tirto.ID, disebutkan bahwa sejumlah pejabat Mabes Polri telah memberikan jawaban mengenai kasus HRS. Namun, jawaban mereka berlainan. Soal kemungkinan penghentian kasus chat berkonten pornografi yang menyeret HRS sebagai tersangka itu membuat beberapa pihak angkat bicara. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto salah satunya, yang mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Saya belum tahu. Nanti Polda Metro itu. Nanti tanya Pak Kabareskrim. Saya enggak tahu. Ya info terakhirnya masih yang dulu,” sebut Setyo di Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (06/06/2018).

Setyo mengaku tidak mengetahui sejauh apa proses penyidikan dugaan obrolan pornografi itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono juga enggan banyak berkomentar sehubungan hal ini. Malahan, Argo meminta agar pertanyaan tersebut dijawab Mabes Polri. “Ke Mabes saja,” jawabnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, HRS terancam pasal 4, 6 dan 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Setelah menetapkan status tersangka, polisi pun mengeluarkan surat perintah penangkapan. HRS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah dinilai tak mau bekerja sama dengan penyidik dan malah pergi ke Arab Saudi.

Mabes Polri sendiri masih belum memberikan jawaban tegas mengenai kabar penghentian kasus chat berkonten pornografi yang menyeret nama Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Jawaban sejumlah pejabat Mabes Polri berlainan sewaktu ditanya mengenai kemungkinan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus yang membuat Rizieq menjadi tersangka itu. Mereka juga terkesan “saling lempar” saat ditanya soal kemungkinan adanya penerbitan SP3 itu.

Salah satunya adalah Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal yang hanya menyatakan ada kemungkinan SP3 kasus yang menjerat tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu diterbitkan.

“Sepengetahuan saya, menurut saksi ahli, penyidik yang menangani kasus ini harus memeriksa yang mengunggah konten chat tersebut. Pengunggah belum diperiksa,” sebut Iqbal pada Rabu (06/06/2018) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta.

“Bisa jadi di-SP3,” Iqbal menambahkan.

Namun, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto enggan menyebutkan perkembangan proses penyidikan kasus Rizieq ini. Saat ditemui di area Monumen Nasional, Setyo hanya menegaskan proses penyidikan masih berlangsung.

“Nanti tanya Kabareskrim ya. Saya belum tahu,” imbuh Setyo.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono juga tak memberi jawaban jelas mengenai kemungkinan penerbitan SP3 untuk kasus chat berkonten pornografi itu. Ia malah menyuruh wartawan untuk menanyakan hal tersebut ke Setyo.

“Nanti saja tanya ke Kadiv Humas [Mabes Polri],” ujar Ari Dono.

Adapun pihak Polda Metro Jaya yang mengusut kasus Rizieq ini juga tak bersedia memberi keterangan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono malah melempar bola kepada Mabes Polri.

“Silakan tanya ke humas Mabes,” sebut Argo di area Monumen Nasional, pada hari ini Kamis (07/06/2018).

Sebelumnya, diketahui Kapitra Ampera telah mendesak kepolisian agar segera menentukan nasib kasus kliennya. Dia meminta polisi menerbitkan SP3 kasus itu.

Kepada pers, Kapitra mengungkap desakannya itu sudah disampaikan kepada Mabes Polri sejak Februari 2018. Ia menegaskan, Polri seharusnya segera memberi kepastian hukum bagi kliennya.

“Polisi harus keluarkan SP3 dan umumkan karena penyidikan bertentangan dengan putusan MK Nomor 20 tahun 2016. Seharusnya SP3 sudah diumumkan,” sebutnya.