Usul DKI Jakarta Pakai Tong Sampah Buatan Jerman, Risma: Dump Truk Tidak Efisien


SURATKABAR.ID – Gubernur DKI Anies Baswedan mengungkapkan bahwa selain Ibukota Jakarta, masih banyak kota besar yang sudah terlebih dahulu menggunakan tong sampah buatan Jerman. Seperti Surabaya, Probolinggo, Bandung, Medan, dan Malang.

Dilansir dari laman Detik.com, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahkan mengakui bahwa usulan agar DKI Jakarta mengganti bak sampah yang lama dengan compactor dari Jerman keluar dari dirinya. Namun usulan tersebut sudah ia ajukan sejak Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Aku dulu yang ngomong DKI harusnya pakai compactor (tong sampah buatan Jerman). Karena jarak TPA-nya jauh,” tutur Risma ketika ditemui di tengah-tengah inspeksi mendadak di Jalan Kenari pada Rabu (6/6) kemarin, dikutip dari Detik.com, Rabu (6/6/2018).

Sebelumnya, Ibukota Jakarta menggunakan dump truk. Namun pilihan tersebut dianggap tidak efisien, mengingat jarak tempat pembuangan akhir yang terlalu jauh. “Kalau tidak salah satu dua tahun lalu (DKI Jakarta) pakai. Karena kalau buang sampah pakai dump truk tidak efisien,” ungkapnya.

Baca Juga: Penjelasan DLH Jakarta Soal Tong Sampah Jerman yang Kini Ramai Dibahas

Kota Pahlawan Surabaya sendiri sudah memilih tong sampah buatan Jerman tersebut sejak tahun 2010. Untuk pengadaannya memang sengaja dianggarkan, Tak heran hingga saat ini Surabaya sudah memiliki tong sampah lebih dari 1.000 unit.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri memutuskan menggunakan tong sampah ini lantaran daya tahannya yang tinggi dan lebih efisien dibandingkan tong sampah biasa. Tong sampah buatan Jerman dapat menampung lebih banyak sampah, sehingga anggaran BBM untuk truk sampah dapat ditekan.

Terkait tong sampah yang didatangkan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari Jerman ini menimbulkan satu pertanyaan kecil, mengapa Indonesia tidak membuat tong sampah seperti itu, apakah industri plastik Tanah Air belum sanggup memproduksinya?

Disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya bisa dan siap, namun belum ada produsen yang bisa memproduksi tong sampah seperti itu.

“Kami siap, tapi belum pernah dibikin di Indonesia,” tutur Fajar yang kemudian mengungkapkan produksi tong sampah seperti made in Germany terkendala cetakan berbentuk persegi sehingga jika ada yang ingin membeli, maka membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tak jauh berbeda dengan Fajar, Wakil Ketua Inaplas Budi Susanto Sadiman menegaskan bahwa industri di Indonesia pada dasarnya sudah sanggup membuat tong sampah serupa. Hanya karena tidakadanya cetakan, membuat proses produksi terhambat.

“Kira-kira berbeda jadi belum ada. Kalau ada model seperti itu, ya digambar, dibikin dulu. Itu bisa dipesan (cetakannya) dari China, buatan Eropa, buatan Jepang,” jelas Budi Susant.