Jalan Tol Akan Digratiskan Saat Mudik Lebaran, Ini Syaratnya

SURATKABAR.IDAntisipasi kemacetan saat mudik Lebaran menjadi perhatian penuh lembaga kepolisian. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, berbagai upaya rekayasa lalu lintas telah disiapkan.

Dari hasil koordinasi Polri dengan PT Jasa Marga, disetujui bahwa salah satu rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan adalah menggratiskan pembayaran jalan tol.

Digratiskannya jalan tol ini jika terjadi kemacetan yang begitu panjang. Namun, apabila tidak terlalu panjang, kebijakan ini tidak akan berlaku.

“Jadi koordinasi dengan Dirut Jasa Marga jika terjadi kemacetan panjang maka nanti akan melakukan diskresi. Kalau itu memang panjang sekali akan digratiskan (jalan tolnya). Tapi kalau tidak panjang sekali akan diberlakukan sistem jemput bola,” ujar Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, dikutip dari Jawapos, Rabu (5/6/2018).

Untuk memudahkan perjalanan mudik, Tito berpesan agar masyarakat mengecek jalur perjalanan melalui aplikasi online. Dia juga meminta agar masyarakat tidak menumpukkan arus balik dan arus mudik pada hari puncak saja.

Baca juga: Waduh! 1.300 Pilot Garuda Ancam Lakukan Ini Saat Puncak Arus Mudik

“Kalau ada kemacetan di tanggal 8,9,10 yang kita anggap rawan ini Jumat Sabtu Minggu. Kalau terjadi kemacetan lebih baik ditunda di tanggal 10, 11, 12. Ini, kan, panjang masa pulangnya,” ujar dia, dilansir CNNIndonesia, Rabu (6/6/2018).

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, kebijakan itu bersifat situasional.

Meski demikian, belum dipastikan syarat panjangnya kemacetan yang bisa mengaktifkan kebijakan tersebut.

“Itu situasional kalau macet panjang. Kalau tahun lalu ada 5 kilometer jadi kalau 5 kilometer diskresi dibebaskan (pembayaran tol),” kata Setyo.

Kategori macet yang dimaksud jika kendaraan sama sekali tidak bergerak. Jika situasi seperti itu terjadi, maka diskresi pembebasan tol akan diberlakukan sebagai solusi menangani kemacetan saat mudik Lebaran 2018.

“Kalau dia pelan-pelan nggak apa (tetap bayar tol). Kalau stuck harus ada jalan keluar, kami kasih jalan keluar itu,” pungkas Setyo.