Sindir Politisi yang Menuduh dan Serang Pemerintah Lantaran Foto Dihapus IG, Guntur Romli: Kemunafikan


    SURATKABAR.ID – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli melontarkan sindiran pedas kepada sejumlah pihak yang melayangkan protes kepada pemerintah lantaran foto-foto mereka dihapus dari media sosial Instagram.

    Hal tersebut, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com, ia sampaikan melalui akun media sosial Twitter pribadinya pada Selasa (5/6). Ia juga mengungkapkan jika tindakan tersebut merupakan tanda dua hal, yakni kemunafikan dan kebodohan.

    Menurut pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al Ahzar pada tahun 1998 hingga 2004 ini, munafik adalah seseorang yang lantang berkoar-koar bahwa dirinya anti asing, namun menyukai ketika foto mereka dimuat di produk buatan asing.

    Sementara orang yang tidak pintar akan menganggap bahwa semua media sosial berada di bawah kendali pemerintah. Sebagai contoh, ia menyebutkan seorang ulama yang menyerang media sosial Facebook. Namun pada saat akun miliknya di-suspend Instagram, ia malah curhat di laman Facebook.

    Foto dihapus IG malah nuduh & nyerang pemerintah itu mengungkap 2 hal. Pertama, kemunafikan, koar2 anti asing & produk kafir, ternyata demen & ngebet jg foto2nya dimuat produk asing. Kedua, kebodohan, hanya orang bodoh yg anggap FB, IG & twitter bisa dikontrol Pemerintah,” tulisnya, dilansir dari laman Tribunnews.com, Selasa (5/6/2018).

    Baca Juga:  Amien Rais Kecewa Fotonya dengan Habib Rizieq Di-Remove oleh Instagram, Ada Unsur Politik?

    Ada Ustadz pernah nyerang FB, istilah “wall” di FB persis tembok ratapan Yahudi, tp saat akun IGnya disuspend, ia pun curhat di wall FBnya. jadilah ia sprt orang Yahudi yg meratapi akun IGnya di wall FBnya,” ungkap pemilik akun bernama @GunRomli.

    Tolak produk asing, aseng, kafir! Kalau produk-produk itu menguntungkan saya, bahkan saya tak bisa hidup dengannya, seruan ini TIDAK BERLAKU,” seloroh Mohamad Guntur Romli di akun Twitter miliknya menyindir pihak-pihak tertentu.

    Sebelumnya, publik ramai membicarakan foto-foto Habib Rizieq Shihab yang terhapus di akun media sosial Instagram Official Amien Rais. Lantaran tak terima, pihak Amien Rais, termasuk Hanum Rais, sang putri, menghujani pemerintah dengan tudungan-tudingan yang tidak mendasar.

    Truth is: IG dipesan oleh “pemesan yang berkuasa” untuk membuat algoritma face detect utk HRS jadi bukan karna di report rame2. tapi memang system bekerja, terutama jika engagement tinggi (jumlah like dan komen) mesin akan menghapus,” tulis Hanum.

    Dalam unggahan lainnya, putri Amien Rais menambahkan tudingan lain yang ditujukan kepada masyarakat umum untuk ikut menentukan pilihan terkait kasus ini, “Jadi pilih mana : militer rasa sipil… atau sipil rasa diktator?

    IG akhirnya menghapus kembali berkali-berkali secara sepihak semua foto yang kami upload, yang berkaitan dengan tokoh tertentu. Ini bukti bahwa kebebasan berekspresi (yang bertanggung jawab) yang menjadi salahsatu agenda reformasi kembali diciderai; mengembalikan kita pada era yang represif (order baru), di tengah-tengah kebijakan-kebijakan populis yang palsu (order lama). Kita semua menantikan terang setelah zaman-zaman gelap, bukan sebaliknya! Mari #selamatkanindonesia,” cuit Amien Rais dalam akun miliknya.