Makin Padat ‘Manusia Gerobak’, Sandiaga Uno Bagikan Kisahnya Buntuti Pengemis yang Naik Fortuner


SURATKABAR.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan imbauan tegas kepada seluruh warga ibukota agar tidak sekali-sekali memberikan uang kepada pengemis yang dijulukinya ‘manusia gerobak’.

Pasalnya, dengan memberikan uang meski jumlahnya sedikit kepada para peminta akan membawa dampak negatif, yakni memperbanyak jumlah pendatang yang hanya akan bekerja sebagai ‘manusia gerobak’ di Ibukota Jakarta, seperti yang dilansir dari laman Detik.com.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan zakat dan infak kepada manusia gerobak. Karena kalau mereka diberikan zakat langsung, akhirnya makin banyak yang datang ke Jakarta,” tutur Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (4/6), dikutip dari Detik.com.

Alih-alih memberikan zakat secara langsung kepada mereka, Sandiaga Uno lebih menyarankan untuk menyalurkannya kepada lembaga-lembaga zakat pemerintah. “Jadi mohon disalurkan kepada lembaga zakat yang resmi oleh pemerintah,” ujarnya lebih lanjut.

Baca Juga: Klarifikasi Sandiaga Uno Mengenai Polemik Pohon Imitasi Ibukota

Ia kemudian membagikan pengalamannya ketika membuntuti salah seorang pengemis yang rupanya jauh lebih berada daripada yang dipikirkan warga. Bahkan Sandi mengungkapkan bahwa sosok peminta-minta tersebut menaiki mobil Toyota Fortuner.

Pengemis yang disebutkan Sandi ada di dekat kediamannya itu sama sekali tidak menunjukkan wajah seperti orang yang sedang dilanda kesusahan. Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut kemudian menyebutkan bahwa si peminta-minta itu memang berpakaian sedikit lusuh.

“Saya ikutin pelan-pelan, di pojok naik Fortuner (mobil Toyota Fortuner). Jadi buat apa kita berbagi dengan orang yang sebetulnya mampu?” kisah pria kelahiran Pekanbaru pada 28 Juni 48 tahun yang lalu tersebut dengan lugas.

“Dekat rumah saya, coba deh nanti di Masjid At-Taqwa. Ada tuh, peminta-minta. Pakaiannya agak kumal dikit, tapi mukanya nggak keliatan kayak peminta-minta,” tutur Sandi yang dengan sangat mengimbau untuk berhenti membagi-bagikan rezeki kepada mereka.

Ia meminta agar warga lebih teliti sebelum memutuskan memberikan sebagian dari harta milikinya kepada orang lain yang ditemui di jalan atau tempat-tempat tertentu. Pasalnya, bukan tidak mungkin menjadi pengemis itu hanya cara orang-orang malas dalam mengais rezeki dengan mudah.