Ditegur Dosen Saat Pakai Koteka ke Kampus, Jawaban Mahasiswa Ini Kocak


SURATAKABAR.ID – Jika mendengar kata ‘koteka’, apa yang akan terlintas di pikiran? Tentu saja pakaian adat di Papua dengan bentuk yang unik, bukan?

Kini, sejumlah mahasiswa di Jayapura kerap mengenakan koteka saat ke kampus. Gerakan ini dipelopori oleh Devio Tekege, mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura (Uncen).

Tak hanya di Uncen, mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ juga mengenakan koteka. Salah satunya adalah Albertus. Ia merasa percaya diri dengan kotekanya meski sempat ditegur dosen.

“Kalau saya pakai busana adat trus kalau teman-teman pake pakaian batik itu apa bedanya?” tutur Albertus saat ditegur dosennya, dikutip dari teras.id, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Tertangkap Kamera! Millen Cyrus Berani Tampil No Makeup, Benarkah Bikin Pangling?

Albertus mengatakan, koteka tak jauh berbeda dengan pakaian adat lainnya seperi batik yang banyak di kenal masyarakat Indonesia.

Selain Albertus, dua mahasiswa di Sekolah Tinggi Hukum Umel Mandiri, Hoseri Edowai dan Idewereknak Arabo, juga sempat memakai koteka.

Mereka mengaku ikut memakai koteka ke kampus karena terinspirasi Devio yang cinta budaya Papua. Bahkan, kedua mahasiswa ini juga menggunakan noken untuk menyimpan buku dan masuk ruang kuliah.

Sementara itu, Devio yang menjadi pelopor aksi ini mengaku merasakan hal berbeda saat memakai koteka. Ia merasa rasa percaya dirinya muncul saat menggunakan koteka.

“Saya mengikuti pelajaran dengan tenang” ujarnya.

Sejumlah mahasiswa lain yang mengikuti jejak Devio juga mengaku merasa lebih percaya diri sebagai anak Papua saat menggunakan Koteka.

Devio mengaku, ia menggunakan koteka ke kampus adalah murni untuk menghargai budaya Papua.

“Ini rencana untuk melestarikan budaya orang Papua. Jadi koteka itu bisa dipakai kapan saja atau di mana saja. Jadi bukan saat acara-acara tertentu, tempat-tempat tertentu atau pada saat ada kegiatan,” terangnya.

Bagi yang belum tahu, koteka merupakan pakaian tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat di pedalaman Papua. Pakaian tradisional ini terbuat dari labu dan berfungsi untuk menutup alat kelamin pria.

Saat menggunakan koteka, maka hanya alat kelamin saja yang tertutup, sementara bagian tubuh lain dibiarkan terbuka begitu saja.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaGoyang-Goyang Mobil Pelanggan, Tukang Tambal Ban Malah Dipolisikan. Kenapa?
Berita berikutnyaHeboh Foto Wanita Salat di Gereja, Komentar Mahfud MD Bikin Adem