Berburu Onde-Onde Khas Minangkabau, Menu Favorit Untuk Berbuka Puasa


SURATKABAR.IDPada bulan Ramadan, tentunya tak lepas dari kehadiran takjil. Berbagai macam takjil seperti kolak, es buah, gorengan, dan bermacam kuliner ringan untuk berbuka puasa lainnya sangat diburu saat berbuka puasa. Tak terkecuali dengan Onde-onde Khas Minangkabau ini, yang menjadi salah satu makanan populer dan diburu warga.

Dilansir dari laman viva.co.id, Onde-onde khas Minangkabau ini mudah dijumpai di Pasar Pabukoan (Pasar khusus Ramadan), di pinggiran jalan, bahkan di supermarket ketika bulan Ramadan tiba. Harganya yang murah yakni hanya seribu rupiah saja untuk tiga biji ukuran kecil, menjadikan onde-onde ini laris dipasaran.

Baca Juga: Miris! Diduga karena Cemas Tak Bisa Masuk SMA Favorit, Siswi SMP Nekat Akhiri Hidup

Onde-onde dari Minangkabau ini berbentuk bulat kecil menyerupai bola pingpong dan berwarna hijau, bertabur parutan kelapa, serta tak lupa diisi gula merah di bagian dalamnya agar rasanya manis.

Tekstur dari onde-onde minangkabau ini sedikit kenyal dan lembut, bikin kita ketagihan. Sebenarnya Onde-onde khas minangkabau ini sama seperti klepon di jawa, namun bentuk dan tekstur kue onde-onde padang atau minangkabau adalah yang paling lembut dan empuk.

Untuk membuat onde-onde dengan cita rasa tinggi, kita hanya perlu mempersiapkan sejumlah bahan dasar. Bahan dasar yang dimaksud seperti tepung ketan, pewarna hijau dari daun pandan, parutan kelapa, kapur sirih, gula pasir, garam dan gula merah.

Jika dilihat dari asal usulnya, Onde-onde sebenarnya merupakan jajanan yang berasal dari Tiongkok, pada saat zaman Dinasti Tang. Onde-onde menjadi kue resmi daerah Changan, yang sekarang bernama Xian.

Pada awalnya, makanan dibawa oleh pendatang menuju ke daerah selatan Tiongkok, kemudian berkembang luas hingga sampai ke daerah Asia Timur dan Tenggara. Onde-onde pun berkembang dengan berbagai bentuk serta cita rasa sesuai dengan daerah tersebut.

Di negera kita sendiri, Indonesia, Onde-onde terdiri dari berbagai macam bentuk dan rasa, hingga penamaan. Apabila di Minangkabau disebut dengan Onde-Onde, berbeda dengan daerah lain yang menyebutnya dengan kue bola, klepon dan sebagainya.