Sebut PDIP Isinya Kader PKI, Alfian Tanjung Malah Dibebaskan. Kok Bisa?


SURATKABAR.ID Terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung, terlepas dari tuntutan hukum. Teriakan takbir menggema di ruang sidang.

Menyusul kemudian isak tangis dari keluarga Alfian. Haru biru menular pula menjadi pelukan di antara Alfian sekeluarga.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskannya dari tuntutan jaksa yaitu 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Cuitan Alfian di Twitter yang menyebut ‘PDIP 85% isinya kader PKI‘ hanyalah menyalin dan menempel (copy-paste) dari media yang tidak terdaftar di Dewan Pers.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal merespons putusan bebas untuk Alfian Tanjung yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia menuturkan, vonis bebas untuk Alfian Tanjung tak berarti ada percobaan kriminalisasi terhadap ulama.

Iqbal mengatakan kepolisian dan jaksa melakukan penegakan hukum terkait kasus unggahan di Twitter ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ sesuai prosedur yang berlaku. “Tak ada (kriminalisasi ulama). Terminologi itu sangat tidak tepat,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018), dikutip dari Replubika.co.id.

Baca Juga: Soal Cuitan PKI, Alfian Tanjung Divonis Bebas, Namun …

Kepolisian mengusut kasus tersebut sesuai dengan prosedur. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, kepolisian sudah melakukannya sesuai dengan tahapan yang ada.

Alfian didakwa melanggar pasal 310 dan pasal 311 KUHP jo Pasal 27 dan 28 UU ITE, yakni melakukan pencemaran nama baik dengan menggunakan media elektronik. Namun kemudian majelis hakim memutuskan lain.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, majelis hakim menilai Alfian hanya menyalin tulisan politisi PDIP Ribka Tjiptaning dalam buku berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI yang mengatakan bahwa 85 persen PDIP isinya adalah kader PKI. Tulisan dalam buku Dr Ribka tidak pernah dibantah oleh pimpinan PDIP.