Berani Lawan Begal di Bekasi, Dua Pemuda Dapat Penghargaan dari Polisi


SURATKABAR.ID – Pihak Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Ahmad Rafiki (AR) dan Mohamad Irfan Bahri (MIB)—dua pemuda yang berani melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/05/2018) lalu. Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto, penghargaan ini diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan.

“Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan,” tandas Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/05/2018), seperti dilansir dari reportase Kompas.com.

Jadi Warga Kehormatan

Indarto lantas menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan. Indarto juga menyebutkan bahwa dengan penghargaan tersebut, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota. Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota.

“Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Irfan dan Rafiki telah menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi pada Rabu malam lalu. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto malah ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakaan celurit. Para pembegal menodong mereka dengan celurit sambil meminta telepon genggam milik Irfan dan Rafiki.

Baca juga: Mahasiswa Arogan Penembak Pengendara Motor di Solo Sudah Ditangkap Polisi

Namun, alih-alih takut dan kabur, keduanya melawan pembegal dan terjadilah perkelahian. Irfan justru berani melawan dua pelaku begal itu hingga mereka mengalami luka bacok. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Namun akibat kejadian itu, Irfan juga mengalami enam luka bacokan di punggung, tangan, pelipis dan paha. Sementara Rafiki mengalami satu luka bacokan di punggung—sebagai korban, mereka juga terluka. Barulah setelahnya, Irfan dan Rafiki langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota.

Tidak Dipidana karena Pembelaan

Melansir laporan Grid.id, penghargaan bagi dua pemuda tersebut diberikan langsung oleh Kombes Indarto dan disaksikan langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nica Alfinta.

Sebagai informasi, telah melakukan tindakan hingga menewaskan orang lain, namun Irfan dan Rafiki tidak akan dipidana. Karena apa yang mereka lakukan termasuk kategori pembelaan.

“Kami memberikan apresiasi kepada warga masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam menjaga keamanan. Keduanya berani menggagalkan aksi perampokan. Apa yang dilakukan termasuk kategori pembelaan sehingga tidak dapat dipidana”, kata Indarto.