Masih Dihuhung-hubungkan dengan PKI, Jokowi Sontak Katakan Begini


SURATKABAR.ID Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih dan tak habis pikir terhadap orang-orang yang masih mudah menerima berita bohong. Hal itu disampaikan menyikapi masih banyak orang percaya dirinya berhubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dirinya juga mengatakan, masih banyaknya berita bohong tentang dirinya yang berhubungan dengan PKI. Saat membagikan sertifikat tanah untuk warga Jakarta Timur dan Bekasi,

Presiden Jokowi menepis isu keturunan PKI. Jokowi juga menjawab isu yang menyebutnya anak pengusaha Singapura keturunan Tionghoa.

“Ada juga isu Pak Jokowi anak Tionghoa dari Singapura, namanya A Hong Liong. Bapak saya itu orang Karanganyar, orang desa betul di Karanganyar. Ibu saya orang desa di Boyolali,” terang Jokowi di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/5/2018), dikutip dari Detik.com.

Baca Juga: Soal Cuitan PKI, Alfian Tanjung Divonis Bebas. Namun …

Isu-isu seperti itu, kata Jokowi, memang selalu muncul jelang pesta demokrasi terutama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sehingga masyarakat seharusnya benar-benar dapat mengetahui isu-isu yang benar dan tidak.

Jokowi sesungguhnya telah berulang kali mengoreksi isu yang ditujukan untuk merusak citranya itu. Namun kali ini dia menegaskan lagi karena isu itu terus-menerus diembuskan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

“Logika masyarakat harus tahu jangan sampai isu seperti ini dikembangkan hanya untuk membunuh karakter seseorang,” katanya.

Di sisi lain, Jokowi mengimbau para politikus dan tim sukses calon pasangan pemimpin tidak menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam pesta demokrasi.

Jokowi prihatin bila ada masyarakat yang percaya isu miring tersebut. Ajang pemilihan, kata Jokowi, semestinya dijadikan ajang adu gagasan.

Jokowi juga menjamin setiap warga negara Indonesia diberikan kebebasan memilih siapapun yang mereka inginkan sebab hal itu diatur dalam konstitusi.