Ngeri! Pengakuan Remaja Putri Soal Jihad ke Suriah Hingga Belajar ISIS dari Internet


SURATKABAR.ID – Seorang remaja putri yang ditangkap lantaran diduga hendak lakukan penusukan anggota Mako Brimob beberapa waktu lalu mengungkapkan kisah hidupnya. Dita Siska Millenia namanya. Baru berusia 18 tahun, remaja putri ini nekat datangi Mako Brimob bersama rekannya, Siska Amelia.

Dilansir dari akun Instagram @makassar_iinfo melalui Bogor.Tribunnews.com, Rabu (30/05/2018), Dita memaparkan perihal paham radikalisme ISIS yang diketahuinya. Ia menyebutkan, pemahaman radikalnya ia dapatkan secara otodidak yakni melalui berbagai sumber di WhatsApp dan channel Telegram.

Selain itu, Dita juga mengungkapkan channel Telegram yang digunakannya untuk mempelajari hal tersebut bernama Turn Back Crime.

Keinginan Pergi ke Suriah Hingga Doktrin ISIS Soal Wanita Boleh Angkat Senjata

Lebih lanjut lagi Dita memaparkan apa saja yang terdapat di dalam channel tersebut.

“Disana banyak artikel-artikel tentang Islamic State dan Video-Video Eksekusi, pemenggalan. Saya juga banyak baca dari Instagram. Nama akunnya yang ada ikhwan gitu,” beber Dita kepada wartawan.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Aman Abdurrahman: Pelaku Bom Surabaya Stress dan Tak Paham Islam

Sebagai seorang wanita, Dita awalnya mengaku takut saat melihat video pemenggalan kepala tersebut. Namun semakin lama, Dita mengatakan bahwa dirinya bosan hingga tak lagi merasakan takut.

“Pertama takut. Tapi kan update terus videonya. Jadi ditonton terus sampai bosan. Di sana juga ada panduan untuk memenggal,” tutur Dita.

Sebagai kader ISIS, Dita juga ternyata mempunyai keinginan untuk pergi ke Suriah. Ia bahkan mengaku sangat siap jika diminta untuk pergi ke sana.

“Pingin! Insya Allah, saya siap,” tandas Dita.

Selain itu, Dita juga menceritakan bagaimana nasibnya saat nanti ia bertandang ke Suriah. Dita menerangkan jika wanita di sana tidak mau menikah maka boleh untuk ikut berperang. Lain halnya dengan wanita yang sudah menikah atau ingin menikah. Mereka, diceritakan Dita, nantinya akan menjadi perawat atau dokter.

Pilihan itu diakui Dita membuatnya mantap memilih berperang, karena dirinya mengaku belum mau menikah. Selain itu, Dita juga mengungkapkan bahwa dirinya tak mau dipoligami.

“Kalau perempuan nggak mau nikah, kan, boleh angkat senjata. Kalau sudah menikah, boleh jadi dokter atau jadi perawat. Saya pilih berperang saja, belum mau menikah, apalagi dipoligami,” sahut Dita kepada tim jurnalis.