Soal Cuitan PKI, Alfian Tanjung Divonis Bebas. Namun …


SURATKABAR.ID Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bebas kepada Alfian Tanjung yang dijerat dengan delik ujaran kebencian. Hakim menyatakan dakwaan terhadap Alfian, soal tudingan banyaknya anggota Partai Komunis Indonesia di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tidak terbukti.

“Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,” ujar ketua Majelis Hakim Mahfudin dalam sidang pembacaan putusan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Mantan pengajar di UHAMKA ini sebelumnya didakwa oleh jaksa telah melakukan ujaran kebencian, karena menyebut 85 kader PDIP sebagai PKI. Pernyataan ini disampaikan Alfian melalui akun Twitter-nya.

Namun Alfian masih harus menghuni selnya untuk menuntaskan hukuman 2 tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian sebelumnya.

Baca Juga: Sah! Terbukti Bersalah dalam Kasus Ujaran Kebencian, Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Penjara

“Iya (Alfian masih menjalani vonis 2 tahun sebelumnya). Kalau di sini tidak ditahan walaupun jaksa banding, tapi tidak ditahan,” terang kuasa hukum Alfian, Abdullah Alkatiri.

Namun Alkatiri mengaku sedang mengajukan kasasi atas vonis 2 tahun tersebut. Sebelumnya, banding yang diajukannya sudah ditolak Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

“Karena banding putusan pengadilan tinggi ditolak ya kita kasasi. Kita optimislah,” ucapnya.

Vonis 2 tahun Alfian itu berawal dari ceramahnya di Masjid Mujahidin, Surabaya, yang isinya dinilai mengandung ujaran kebencian. Alfian pun dipolisikan dan ditahan atas ceramahnya itu. Tetapi, dalam persidangan, Alfian sempat bebas karena hakim sependapat dengan eksepsi Alfian.

Hakim membatalkan surat dakwaan Alfian serta meminta jaksa membebaskan Alfian, yang saat itu ditahan di Rutan Medaeng, Surabaya. Namun saat itu status hukum Alfian masih tersangka.

Namun, belum genap 24 jam menghirup udara bebas, pada hari yang sama Alfian kembali ditahan. Ia diterbangkan dari Surabaya ke Jakarta dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kali ini, Alfian dijerat terkait kasus pelaporan cuitan di Twitter ‘PDIP 85% isinya kader PKI’.