Ngaku Jadi Korban Pembegalan, Polisi Malah Tetapkan MIB Sebagai Tersangka


SURATKABAR.ID – Polres Metro Bekasi Kota akhirnya menetapkan Mohamad Ifran Bahri (MIB), sang pemilik handphone yang dirampas dalam aksi pembegalan di Flyover Summarecon Bekasi pada yang balik menyerang AS dan IY sebagai tersangka pada Senin (28/5) kemarin.

Dianggap melakukan serangan balik sebagai aksi untuk membela diri dari tindak kejahatan yang dilakukan IY dan AS, MIB resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian pihak kepolisian masih perlu menunggu pendapat dari ahli pidana kalangan akademisi.

Hal tersebut, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com, disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih pada Senin (28/5). Menurutnya, pendapat ahli diperlukan untuk melihat apakah tindakan MIB benar merupakan pembelaan diri atau justru memiliki tujuan lain.

“Iya yang bela diri, tersangka satu yaitu MIB. Tapi kita sedang minta pendapat ahli pidana dari kalangan akademisi, kita akan gelar perkara juga, itu kan, masuk kategori terpaksa dalam keadaan bela diri atau seperti apa,” jelas Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih, Senin (28/5).

Keterangan Palsu dari IY dan AS

Baca Juga: Terlalu! Akun Terduga Komplotan Begal Posting Foto Teman yang Tewas Saat Beraksi dan Bilang…

Awalnya, menurut kabar yang didapatkan pihak kepolisian pada Rabu (23/5) dini hari, disebutkan ada dua orang korban aksi pembegalan yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Medika, yakni IY dan AS.

Sayangnya, usai mendapatkan perawatan AS harus kehilangan nyawa lantaran luka bacokan senjata tajam pada abgian perut, leher, dan pinggang. Sementara IY yang juga mengalami luka pada kepala dan punggung, masih menjalani perawatan.

Peristiwa tersebut berawal ketika pemilik handphone, MIB nongkrong di Alun-Alun Kota Bekasi bersama temannya, AR pada pukul 11.00 WIB malam. Keduanya lalu bergeser ke Taman Kota Bekasi dan pada pukul 01.00 dini hari, mereka bergerak menuju Flyover Summarecon untuk foto-foto.

“Saat berfoto-foto, keduanya didatangi AS dan IY dipaksa memberikan handphonenya. Namun keduanya menolak, AS pun mengeluarkan celurit dan berhasil ditangkis MIB, lalu direbut celuritnya dan membalas bacok AS dengan lima kali bacokan,” ungkap Kombes Indarto di Mapolres Bekasi, Jumat (25/5).

Rekan AS, IY yang hendak membantu justru mendapat hadiah sabetan celurit satu kali. Keduanya pun bergegas mendatangi Rumah Sakit Anna Medika untuk mendapatkan pertolongan. Namun kemudian polisi berhasil mengungkap fakta sebenarnya dari kejadian tersebut.

“IY korban yang luka parah sempat memberikan keterangan palsu soal kejadian, setelah kami telusuri dan melihat laporan perampasan di Flyover Summarecon ternyata berkaitan. IY pun juga mengaku dirinya bersama AS korban tewas melakukan perampasan hp,” tambah Indarto lebih lanjut.

Klarifikasi Terbaru Kapolres Metro Bekasi Kota

Terkait kasus pembegalan di Flyover Summarecon Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto memberikan klarifikasi tentang status tersangka yang ditetapkan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) atas aksi pembelaan diri ketika dibegal hingga tewasnya salah satu pelaku pembegalan.

“Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan yang salah, untuk MIB statusnya masih sebagai saksi,” tutur Kombes Pol Indarto dengan tegas ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut pada Selasa (29/5) kemarin.

Ia mengungkapkan ada dua kasus dalam perkara tersebut. Pertama adalah kasus perampokan dengan kekerasan alias pembegalan, di mana pihak kepolisian telah menetapkan IY sebagai tersangka. Dan yang kedua adalah kasus dugaan penganiayaan MIB yang mengakibatkan tewasnya korban AS.

Atas kasus yang kedua, pihaknya masih harus menunggu keterangan dari ahli pidana. Oleh sebab itu, hingga berita diturunkan, Kombes Pol Indarto menegaskan bahwa status MIB masih sebagai saksi hingga ahli pidana mengeluarkan keterangan.