Terkuak! Peluk Aman Abdurrahman, Ini Kalimat yang Diucapkan Polisi Korban Bom Thamrin


SURATKABAR.ID – Serangan bom Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016 silam masih menyisakan kenangan buruk bagi korban selamat. Dua tahun sudah berlalu dan terdakwa pelaku insiden tersebut telah dijatuhi hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang yang digelar pada Jumat (18/5) lalu.

Aman Abdurrahman sendiri, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com, merupakan pimpinan ISIS Indonesia. Dirinyalah sosok yang membentuk Jamaah Anshar Daulah (JAD), kelompok militan yang beberapa waktu belakangan ini melancarkan sejumlah aksi terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelum Aman dituntut dengan hukuman mati, rupanya ada korban selamat peristiwa bom Thamrin yang hadir untuk memberikan kesaksian, Kamis (23/5). Salah satunya adalah Ipda Denny Mahieu yang datang sebagaimana undangan JPU.

Ketika itu, setelah memberikan semua keterangan yang diminta oleh jaksa, tanpa diduga Ipda Denny terlihat mengayunkan kaki dan berjalan menghampiri terdakwa Aman. Seolah hal tersebut belum cukup mengejutkan, ia memberikan pelukan pada terdakwa.

Terkait hal tersebut, Denny yang menghadiri acara Mata Najwa pada Rabu (23/5) mengungkapkan apa maksud dan juga alasan dirinya ketika itu menghampiri dan memeluk Aman. Pengakuan yang ia ungkapkan benar-benar membuat merinding.

Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati, Tampak Aman Abdurrahman Berbisik dan Ulurkan Secarik Kertas pada Pengacara

“Saya berpikir begini, setiap manusia itu hidup, begitu dilahirkan adalah sebagai orang yang suci tanpa dosa,” tutur Denny yang mengaku sempat merasa ragu sebelum menghampiri dan memeluk Aman, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (25/5/2018).

Dan ketika memeluk Aman, ia menyampaikan bahwa dirinya bukanlah toghut seperti yang dituduhkan. “Saya melihat Aman Abdurrahman itu, beliau orang baik waktu beliau dilahirkan, tapi saya dengar dari beberapa pernyataan beliau bahwa polisi itu thogut,” tambahnya.

Ipda Denny akhirnya tetap memantapkan hati untuk menghampiri terdakwa pelaku bom Thamrin tersebut, meski di dalam batinnya muncul pertanyaan apakah Aman bersedia untuk dipeluk olehnya. “Jadi saya mencoba memberanikan diri. Itu pun saat saya melangkah saya sudah mulai ragu-ragu.”

“Tapi saya pikir, ya sudah lah, mudah-mudahan beliaunya mau. Alhamdulillah mau,” ujar Ipda Denny yang kemudian membisikkan sebuah kalimat menyentuh di telinga Aman: “Saya manusia juga”, demikian isi pesan yang ditujukan kepada Aman Abdurrahman.

Rupanya bukan hanya Ipda Denny seorang yang menyampaikan satu pesan pada kesempatan tersebut. Aman, diakui Denny, juga memberikan informasi penting kepada dirinya, yakni bahwa ia sama sekali tidak mengetahui peristiwa Thamrin.

Lihat video lengkapnya di bawah: