Menag Lukman Kena Kritikan Tajam dari Politikus PDIP


SURATKABAR.ID Keputusan Kementrian Agama (kemenag) yang merilis 200 nama penceramah terseleksi menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Bahkan ada politikus PDIP yang memberikan kritikan pedas kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Maruarar Sirait, politisi muda PDIP menilian Menag gagal memahami visi-misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Menurut saya, Menteri Agama gagal paham dia bekerja untuk siapa dan gagal memahami apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi,” kata Maruarar Sirait di Hotel Century, Selasa (22/5/2018), dikutip dari tempo.co.

Maruarar berpendapat jika Lukman seharusnya mampu mengerti dan memahami visi-misi presiden, baik itu yang tertuang dalam Nawa Cita maupun yang tersirat dari langkah-langkah atau gestur Jokowi selama ini.

Baca Juga: Rp 13 Triliun Dana Haji Digelontorkan Pemerintah untuk Proyek PINA

Menurutnya, keputusan Kemenag soal daftar 200 mubalig tersebut tidak seirama dengan langkah Jokowi yang selama ini berusaha merangkul berbagai tokoh agama serta ormas Islam.

Senada dengan Maruarar, Ketua DPR Bambang Soesatyo juga menilai jika keputusan Lukman tersebut merupakan sebuah blunder. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu memprediksi jika salah satu isu yang bakal dimainkan oleh rival politik Jokowi di 2019 adalah keputusan Kemenag tersebut. Pasalnya, selama ini Jokowi diasumsikan kurang bersahabat dengan golongan Islam.

Oleh sebab itu, menurut Bamsoet, Jokowi berusaha keras menjawab tudingan itu dengan jalan bekerja nyata dan berkunjung ke pesantren-pesantren serta ulama. Bamsoet menyayangkan kenapa Lukman mengeluarkan daftar 200 penceramaah disaat Jokowi sedang melakukan hal itu.

Lukman sendiri telah dipanggil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) perihal keputusannya merilis 200 nama penceramah.

Baca Juga: Gerindra: Partai-Partai yang Mendukung Pak Jokowi Mulai Mencari-Cari Alasan untuk Menjauh

“Kami sudah bicarakan tadi, agar dibuat pola yang lebih baik, lebih efisien, tetapi nantilah. Itu daftar sementara,” kata Wapres kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/5/2018), dikutip dari republika.co.id.

Menag sendiri setelah bertemu JK mengatakan jika Kemenag dan MUI bakal mengundang sejumlah ormas Islam. Kemenag akan menerima masukan dari ormas-ormas tersebut.

“Prinsipnya adalah bahwa kita berkewajiban untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan para penceramah untuk bisa memberikan wawasan, pengetahuan tentang keislaman. Oleh karena itu, MUI ingin ikut memperbaiki agar mekanisme dan akses masyarakat untuk mendapatkan penceramah yang baik ini bisa dilakukan dengan cara yang baik,” kata Lukman di Kantor Wapres.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWaspada Virus Nipah yang Telah Menewaskan 10 Orang
Berita berikutnyaSebelum Bertemu Prabowo, SBY Ternyata Telah Bertemu dengan Kubu Jokowi