Waspada Virus Nipah yang Telah Menewaskan 10 Orang

SURATKABAR.IDDi negara bagian Kerala, India, 10 orang tewas karena terserang virus Nipah. Termasuk seorang perawat berusia 31 tahun yang merawat pasien terinfeksi.

Apa sebenarnya virus Nipah?

Virus Nipah tergolong penyakit baru yang bisa ditularkan dari inangnya kelelawar pemakan buah ke hewan lain dan manusia.

Nama virus diambil dari Sungai Nipah, desa di Malaysia tempat pertama kali virus diidentifikasi pada tahun 1998.

Wabah virus pada babi yang kemudian menginfeksi manusia, menyebabkan sekitar 300 orang terinfeksi dan lebih dari 100 orang tewas dalam waktu satu tahun.

Baca juga: Waspada! Ternyata Mencuci Daging dan Ayam Mentah ada Bahayanya

Bagaimana virus Nipah menular?

Virus Nipah ditularkan lewat kontak langsung dengan manusia yang terinfeksi atau hewan ternak, seperti sapi, babi dan sapi.

Virus juga disebarkan melalui konsumsi buah-buahan yang terkontaminasi.

Pada tahun 2004, wabah virus Nipah di Bangladesh terjadi gara-gara orang minum nira sadapan pohon kurma. Penelitian menyangkut wabah ini mengungkapkan bahwa buah di pohon tersebut telah terkontaminasi dengan air liur dan air kencing kelelawar.

Sementara di Kerala diduga disebabkan oleh kelelawar mati yang ditemukan di dalam sumur di Desa Changaroth.

Apa gejalanya?

Infeksi virus Nipah dapat mengakibatkan peradangan agresif otak, yang disebut ensefalitis. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention, masa inkubasinya berkisar antara lima hingga 14 hari, dengan tanda-tanda infeksi pertama muncul setelah tiga hingga 14 hari.

Gejala awal termasuk demam, muntah dan sakit kepala parah. Beberapa pasien mengalami sindrom pernapasan akut.

Gejala awal ini diikuti oleh disorientasi, mengantuk dan kebingungan mental. Dalam satu hingga dua hari penyakit dapat menyebabkan koma dan kematian.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian atau fatalitas hingga 70 persen.

Bagaimana pengobatannya?

Sampai saat ini, tidak ada vaksin yang bisa melawan virus Nipah, baik pada manusia maupun hewan. Satu-satunya tindakan medis adalah perawatan suportif dan intensif.

Orang yang terinfeksi dimasukkan ke karantina untuk mencegah penyebaran penyakit. Karena penyakit ini dapat ditularkan dari orang ke orang, kini diberlakukan protokol pengendalian infeksi rutin.