Lagi! Bikin Status Medsos Sebut Teroris Hanyalah Fiksi dan Pengalihan Isu, Security Bank Diciduk


SURATKABAR.ID – Lagi-lagi polisi berhasil mengamankan satu tersangka yang menyebut bahwa serangkaian aksi bom dan teror di Indonesia beberapa waktu terakhir hanyalah pengalihan isu belaka dalam unggahan di akun media sosial mereka.

Sebelumnya, polisi menggelandang tersangka lain dalam kasus serupa. Dosen Fakultas Sastra dari Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis alias Himma ditetapkan sebagai tersangka usai mengunggah tulisan terkait aksi terorisme di Tanah Air.

Dan kini, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com, polisi menciduk Amar Alsaya Dalimunthe alias Dede (46), warga Jalan Karya Bakti, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Anggota satuan pengamanan (satpam) di Bank Sumut Serbalawan ini diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Simalungun di rumah kontrakannya pada Jumat (18/5) lalu. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Pelaku ditangkap lantaran unggahan status di akun media sosial Facebook miliknya yang berbunyi: “Di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu…” Postingan tersebut sontak dibanjiri beragam komentar dari warganet yang menyayangkan tulisan pelaku.

Baca Juga: Sebut Bom Surabaya Hanya Pengalihan Isu, Himma Pingsan Saat Digelandang ke Tahanan

“Berdasarkan laporan masyarakat, aparat yang juga sudah mendapatkan informasi melakukan penyelidikan. Pelaku kita amankan dan ditahan. Penanganannya dilakukan Polres Simalungun,” tutur Tatan pada Senin (21/5), dikutip dari Kompas.com, Senin (21/5/2018).

Menurut hasil interogasi, pelaku mengunggah tulisan tersebut pada Kamis (17/5) malam menggunakan ponsel. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku demi menguak motif di balik penyebaran  ujaran yang diduga mengandung kebencian itu.

Sementara pelaku dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 14 Ayat (1) atau (2) UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Polres Simalungun masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan motif lain dari unggahan pelaku,” pungkas Kepala Bidang Humas Polda Sumut tersebut dengan tegas.