Sebut Bom Surabaya Hanya Pengalihan Isu, Himma Pingsan Saat Digelandang ke Tahanan


sumber: detik.com

SURATKABAR.ID Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis harus berurusan dengan pihak kepolisian karena komentarnya mengenai teror bom di Surabaya pekan lalu. Himma mengatakan jika teror tersebut hanya pengalihan isu.

Saat pihak kepolisian menggelar rilis mengenai kasus Himma ini, perempuan berjilbab ini mengaku menyesal telah melakukannya.

“Saya sangat menyesal, saya hanya mengkopi status orang lain dan menyebarkan kembali. Saya salah dan sangat menyesal,” ujarnya di Mapolda Sumut, Jalan Sisingmamgaraja, Medan, Minggu (20/5/2018), dikutip dari detik.com.

Selain Himma, polisi juga merilis kasus yang hampir sama dengan tersangka seorang satpam bank di Sumut.

Usai melakukan rilis kasus tersebut, Himma digiring ke ruang tahanan. Saat itulah ia pingsan. Polisi menduga hal itu karena stress.

Baca Juga: Cina Dituding Tindas Muslim di Xinjiang, Ternyata Begini Faktanya

“Lemas karena sahur hanya minum air putih saja. Selain itu mungkin stres karena kasus yang menimpanya,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan menyebutkan jika Himma sudah menjadi tersangka. Perempuan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoax tentang tiga bom gereja di Surabaya merupakan pengalihan isu. Himma dijerat dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE.

“Sudah jadi tersangka,” katanya.

Himma sebelumnya ditangkap di rumahnya, di Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Kota Medan pada Sabtu (19/5/2018). Dia mengunggah tulisan di Facebook soal bom di tiga gereja Surabaya hanya sebuah pengalihan isu. Dia juga menyertakan unggahan soal #2019GantiPresiden.

“Skenario pengalihan yg sempurna… #2019GantiPresiden” tulis akun facebook Himma Dewiyana.

Sementara itu, pihak USU sendiri mendukung langkah kepolisian untuk menuntaskan kasus yang menjerat salah satu pegawainya tersebut.

“Kita tegas. Artinya itu kan masih dalam pemeriksaan, tapi walaupun dalam pemeriksaan, kebetulan karena yang bersangkutan ini ada tugas tambahan yang kita berikan dia sebagai kepala arsip, saya sudah sampaikan kemarin ke sekretaris universitas untuk segera menerbitkan surat pemberhentian sementara dari kepala arsip itu,” kata Rektor USU Runtung Sitep.