Tak Dilibatkan Jaring Ustad Rekomendasi Kemenag, Ini Komentar MUI


SURATKABAR.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya buka suara soal daftar mubalig rekomendasi yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan memastikan, MUI tidak dilibatkan dalam menjaring nama-nama mubalig yang dianggap kompeten memberikan ceramah itu.

“MUI belum pernah dilibatkan dalam menyeleksi 200 nama mubalig tersebut, karena itu merupakan kewenangan Kementerian Agama,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (20/8/2018), dilansir tempo.co.

Amirsyah melanjutkan, MUI memiliki program tersendiri dalam menjaring mubalig yang dianggap berkualitas dan diakui umat.

Baca juga: Keluarkan Daftar 200 Penceramah, Menag Tak Bermaksud Beda-Bedakan Mubaligh

Menurutnya, MUI akan memilih mubalig yang telah berhasil mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat yang berorientasi pada peningkatan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi substantif, yang meliputi materi dakwah dalam berbagai aspek, seperti aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah.

Selain itu, ada pula kompetensi metodologis yang artinya memiliki beragam cara untuk menyampaikan dakwah. Sehingga, mubalig tersebut dapat menyampaikan materi dakwah sesuai tuntunan Alquran dan sunnah, serta hazanah intelektual yang bersumber dari kekayaan sejarah.

Amirsyah menambahkan, daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kemenag tersebut bukanlah sesuatu yang wajib. Sehingga, masyarakat masih bisa memilih.

“Oleh karena itu masyarakat dengan bebas bisa menentukan pilihan terhadap ustad yang mereka mau pilih,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Agama Matsuki menuturkan, pihaknya telah menyeleksi selama tiga bulan untuk membuat daftar tersebut. “Prosesnya beberapa bulan, yang melibatkan asosiasi dai di bawah lembaga, organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” terang Matsuki, Minggu (20/5/2018).

Menurut Matsuki, awalnya terdapat lebih dari 200 nama mubalig yang diseleksi sehingga menghasilkan daftar tersebut. Ia juga memastikan masyarakat bisa meminta data lengkap para mubalig yang termasuk dalam daftar.

“Kami punya lengkap dari nomor telepon, alamat rumah, dan latar belakang pendidikannya,” terangnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa masih banyak nama-nama lain yang akan diverivikasi oleh Kemenag bersama lembanga lain. Verifikasi ini bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan mubalig berkualitas yang mampu memperkuat komitmen kebangsaan.

“Jumlahnya juga akan terus bertambah, karena yang dikeluarkan baru data awal,” beber Matsuki.