Usai Turun Hujan Lebat, Danau Tasmania Kembali Pukau Pengunjung


SURATKABAR.ID – Danau Tasmania dikenal dengan istilah Disappearing Tarn. Kehadirannya yang hanya terjadi pada momen tertentu itu selalu memukau para pendaki dan fotografer di pegunungan Australia. Terlebih setelah terisi dengan volume air yang tak biasa. Ini karena pada umumnya, danau kering di Gunung Wellington, Tasmania itu tak mudah terlihat.

Hujan lebat yang terjadi pada Jumat (11/05/2018) kemarin membuat danau itu kini terisi kembali dengan air jernih berwarna biru kehijauan. Menurut penjelasan warga lokal, lokasi itu biasanya terisi air sekitar sekali atau dua kali setahun setelah hujan atau salju. Demikian seperti diungkap dari lansiran laman SindoNews.com, Minggu (20/05/2018).

“Gambar-gambar yang saya lihat dalam dua hari terakhir menunjukkan danau itu terisi penuh yang tidak pernah saya lihat sebelumnya,” tutur ranger Wellington Park, Ben Masterman pada BBC.

Dia menambahkan, “Ini bukan filter (efek dan rekayasa foto). Ini benar-benar warna asli. Itu biru yang luar biasa yang terlihat lebih intens dan safir, lebih memukau saat airnya menjadi semakin dalam,” terang Masterman.

Masterman menerangkan, danau itu terbentuk di bebatuan sekitar setengah perjalanan menuju puncak gunung yang berketinggian 1.271 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Inspiring! Gadis Kecil Asal Cimahi Berhasil Taklukkan 9 Gunung di Indonesia

Rupanya alam setempat tak hanya melulu indah memanjakan mata. Menurut salah satu surat kabar lokal, danau ini digambarkan sangat erat kaitannya dengan cerita rakyat yang ada. Terutama jika sudah menyinggung semak belukar dan hutan belantaranya.

Sementara itu, James Spencer yang merupakan fotografer asal Irlandia juga telah mendaki pegunungan itu pada akhir pekan lalu.

“Ukurannya sekitar satu kolam renang saat kami berada di sana, sedangkan kedalamannya 3-4 kaki. Kami merasa airnya cukup tenang. Ini seperti yang Anda lihat di Karibia, seperti air tropis yang cantik dan jernih,” ungkapnya bercerita.

Danau itu pun semakin populer dalam beberapa waktu terakhir. Spencer mengungkapkan, sekitar 30 orang lainnya berada di sana saat dia tiba.

“Ini jelas bukan rahasia lagi,” imbuhnya.

Masterman menyadari meningkatnya minat publik pada lokasi itu. Dia pun memperingatkan para pengunjung untuk mempersiapkan diri sebelum mendaki.

“Tempat ini terbuka untuk umum sehingga kami tidak menutupnya. Tapi jangan sampai Anda pergi ke sana tanpa melakukan persiapan yang baik,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, danau itu tampaknya akan segera kering kembali.