Wiranto Sebut Jangan Curiga Jika AS Bantu Indonesia Buru Teroris


SURATKABAR.ID – Wiranto selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) memberikan respon positif terkait rencana Pemerintah Amerika Serikat dalam membantu mengungkap dalang dan otak dibalik aksi-aksi rentetan teror di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu. Ia lantas meminta agar masyarakat tak mencurigai rencana AS maupun negara lain yang ingin membantu Indonesia agar aman dari ancaman terorisme.

“Perlu kerjasama, jadi kalau ada suatu negara ingjn membantu, bekerjasama, jangan kemudian kita curiga, kita kait-kaitkan dengan masalah-masalah yang lain,” tutur Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (17/05/2018). Demikian seperti dilansir dari reportase CNNIndonesia.com, Sabtu (19/05/2018).

Wiranto yang juga merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata RI tersebut mengungkapkan, ancaman terorisme sudah tak mengenal adanya batasan negara dan menjadi musuh negara-negara di dunia pada saat ini.

Itulah sebabnya, Indonesia dinilai tak bisa berdiri dan menghadapi sendirian membasmi masalah terorisme itu. Menurut Wiranto, Indonesia membutuhkan kolaborasi dari negara lain untuk bersama-sama memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya.

“Karena teroris itu punya aturan sendiri, maka tak bisa ada suatu negara punya kekuatan sendiri melawan terorisme. Itu nggak bisa,” tandasnya mengingatkan.

Baca juga: Mencekam! Penuturan Bripka Iwan Sarjana Saat 30 Jam Disandera Teroris 

Terorisme Musuh Dunia

Lebih lanjut, Wiranto lantas bercerita bahwa ia seringkali mendapatkan undangan untuk melakukan kerjasama penanggulangan terorisme dengan negara lain. Hal itu bertujuan agar sesama warga dunia saling bantu membantu melawan terorisme mengingat kita semua saling membutuhkan satu sama lain.

“Terorisme musuh dunia ya, terus mendapatkan satu undangan dan hadir bagaimana kita melakukan kerjasama dalam menangani terorisme, baik dengan Australia, ASEAN, Rusia, dan India, China, itu semua kita bicarakan saling bantu membantu melawan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Erin Elizabeth McKee siap membantu Indonesia dalam mengungkap terorisme, termasuk memburu pelaku dan otak dibalik aksi-aksi rentetan teror di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu.

Hal ini disampaikan usai menghadiri proses serah terima Helikopter Apache AH-64E di Lapangan Udara TNI Angkatan Darat Ahmad Yani Semarang, Rabu (16/05/2018) siang.

“Amerika Serikat ikut prihatin, berduka cita dan sangat mengecam aksi teror bom di Surabaya karena telah mengoyak perdamaian di Indonesia. Untuk itu, kami siap membantu penuh kepada Indonesia untuk mengungkap jaringan terorisme dengan mengungkap pelaku dan otak di balik aksi teror tersebut,” ujar McKee.

AS Tak Keluarkan Travel Warning

McKee menyatakan pemerintah AS dan Indonesia telah lama menjalin hubungan kerja sama dalam pemberantasan teroris. Sehingga, lanjutnya, sudah wajar bila Amerika memberi bantuan penuh kepada Indonesia untuk memburu jaringan terorisme.

“Khusus untuk [teror] yang di Surabaya, Amerika membantu yang berkait dengan penuntutan, investigasi dan terkait dengan pengungkapan jaringan teroris. Tidak hanya CIA, apa yang dibutuhkan Indonesia, pihak Amerika siap membantu,” sebut McKee.

Sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan kepada Indonesia, McKee menyatakan Amerika saat ini tidak mengeluarkan ‘Travel Warning‘ atau larangan berkunjung bagi warganya ke Indonesia terkait rentetan teror yang tengah terjadi. Bahkan, sambungnya, kantor Konsulat Jenderal di Surabaya dan Kedutaan Besar AS Jakarta sampai saat ini tetap diminta buka seperti biasa untuk melayani masyarakat.