Misterius! Kisah 7 Orang yang Mengaku Berpetualang Menembus Waktu


SURATKABAR.ID – Sedari dulu, perpindahan dari suatu masa waktu ke masa waktu lainnya selalu menjadi suatu konsep yang menarik. Faktanya, perjalanan waktu telah lama menjadi angan-angan manusia di seluruh dunia. Selama ini, mesin waktu kerap dianggap sebagai salah satu syarat agar seseorang bisa melakukan perjalanan melalui ruang dan waktu. Kendati sudah banyak upaya guna menciptakan mesin seperti itu, namun hingga saat ini belum ada yang berhasil merampungkannya.

Dikutip dari The Richest.com melalui laporan Liputan6.com, Jumat (18/05/2017), tak banyak yang tahu, ternyata ada beberapa kisah perjalanan waktu yang terjadi begitu saja tanpa memerlukan suatu mesin.

Biasanya, perjalanan itu secara kebetulan melibatkan lompatan waktu dan pergerakan melalui portal waktu. Orang yang mengaku mengalami lompatan waktu biasanya mengaku kaget melihat lingkungan yang amat berbeda dari yang biasa.

Kekhawatiran terbesar mengenai perjalanan waktu adalah ketidakmampuan untuk kembali ke waktu dan tempat asal seseorang. Pasalnya hal ini akan mengakibatkan ia terjebak selamanya di masa lalu atau masa depan.

Ada beberapa klaim yang menyebutkan bahwa pemerintah dari beberapa negara telah berhasil mengetahui cara melakukan perjalanan waktu (yang tentu saja dirahasiakan) dan kini sedang melakukan eksperimen.

Baca juga: Berpetualang ke Transnistria, Negara Hantu yang Keberadaannya Tak Diakui Dunia

Ada juga beberapa orang yang mengaku telah melakukan perjalanan waktu seperti yang dijabarkan dalam 7 kisah berikut ini:

1. Berkunjung ke Masa Depan

Al Bielek adalah seorang pria yang seharusnya ikut serta dalam Montauk Project, yakni serangkaian proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan di Pangkalan Udara Montauk di Long Island, negara bagian New York.

Tujuan proyek tersebut tak lain adalah untuk mengembangkan teknik perang psikologis dan penelitian eksotis, termasuk perjalanan waktu.

Pada 1980-an, Bielek ikut serta dalam beberapa eksperimen perjalanan waktu. Menurut pengakuannya, selama eksperimen ia telah bepergian ke Mars dan beberapa planet lain untuk mengambil energi Terang dan Gelap. Ia juga mengunjungi suatu stasiun penelitian bertarikh tahun 100.000 dan 6.037 SM.

Entah bagaimana, ingatan Bielek pudar—dirinya sempat tak ingat sama sekali mengenai perjalanan waktu yang pernah dilakukannya. Namun, pada 1988, setelah ia menonton film “The Philadelphia Experiment”, sedikit demi sedikit ingatannya tentang perjalanan waktu itu kemudian muncul kembali.

Ia menyadari pernah meluangkan waktu selama 2 tahun di masa depan, pada 2749. Menurut Bielek, pada saat itu Perang Dunia III sudah terjadi dan tidak ada lagi pemerintahan.

Di masa itu, dunia diperintah oleh suatu sistem komputer bernama Synthetic Intelligence Computer System. Kota-kota terapung menjadi kenyataan dan struktur masyarakat benar-benar bersifat sosialis.

2. Dituduh Meraup Untung Secara Curang

Kisah Andrew Carlssin ini juga membuat penasaran. Menurut Weekly World News, seorang pria bernama Andrew Carlssin diringkus karena melakukan insider trading.

Ia melakukan investasi US$ 800 dalam beberapa bisnis dan 2 minggu kemudian ia meraup imbal senilai US$ 350 juta.

Dengan demikian, ia diduga secara melawan hukum telah menggunakan informasi orang dalam untuk meraup keuntungan besar. Meski begitu, saat ditanyai, Carlssin mengaku ia sedang melakukan perjalanan waktu dari tahun 2256 sehingga sudah mengetahui tentang saham di masa depan.

Tentu saja tidak ada yang mempercayai kisah gila tersebut. Tapi, ketika ia dibebaskan dengan penjaminan, ia menghilang. Sejumlah selentingan menyebutkan ia pulang kembali ke masa depan.

Yang paling mencengangkan adalah saat Carlssin ditanyai. Pasalnya saat itu ia secara tepat menyebutkan tanggal invasi AS ke Irak. Bukan hanya itu, kejanggalan lainnya terletak pada tidak ada catatan apapun tentang dirinya sebelum 2002.

3. Negara Antah Berantah, Realita Lain

Pada 1954, seorang pria sedang akan melintasi pabean di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang. Tapi ada hambatan yang kemudian menjadi masalah baginya karena ia bersikeras berasal dari suatu negara yang tak pernah ada di dunia.

Pria itu memiliki paspor dan sejumlah cap imigrasi untuk membuktikannya. Menurutnya, paspor miliknya berasal dari suatu negara bernama Taured, yang disebutnya terletak di antara Prancis dan Spanyol.

Dengan agak kesal, pihak berwenang membeberkan peta dan menanyakan apakah pria itu bermaksud mengacu ke Andorra.

Pria itu mulai agak gusar, karena menurutnya lokasi yang ditunjuk memang benar, tapi nama negaranya salah. Menurutnya, Taured sudah ada selama setidaknya 1000 tahun.

Karena masih belum jelas, pihak berwenang kemudian memesankan suatu kamar hotel untuk semalam. Penjaga keamanan bersiaga di luar kamarnya dan paspornya disimpan di kantor keamanan bandara. Namun keesokan harinya, baik si pria maupun paspornya sama-sama raib.

4. Hakan Nordkvist Bertemu Hakan Nordkvist

Hakan Nordkvist adalah seorang pria yang juga mengaku pernah melakukan perjalanan waktu. Pada suatu hari yang disebutnya sebagai saatnya melakukan perjalanan waktu, Nordkvist pulang dari tempat kerja ke rumahnya.

Ia masuk ke dapur dan melihat ada genangan air di lantai. Karena mengira air berasal dari wadah cucian, ia mengambil perkakasnya dan mencoba menjangkau pipa saluran wadah.

Pipa itu terlalu jauh di dalam kabinet sehingga Hakan Nordkvist juga harus merangkak jauh ke dalam. Mendadak ia muncul di sisi lain kabinet dan bertemu dirinya sendiri yang telah berusia 70 tahun. Mereka berbincang dan saling membandingkan tato di tangan.

Hakan Nordkvist mengaku merekam semua kejadian itu menggunakan teleponnya. Namun demikian, orang-orang yang skeptis menganggap cerita Nordkvist hanyalah sekadar iklan untuk suatu perusahaan asuransi yang mempromosikan manfaat rencana pensiun.

5. Serangan Udara Perang Dunia II

Pada 1932, seorang wartawan bernama J. Bernard Hutton bersama fotografer bernama Joachim Brandt sedang ditugaskan untuk melaporkan kisah tentang galangan kapal di Hamburg, Jerman. Mereka mengemudi ke galangan kapal itu dan melakukan serangkaian wawancara serta mengambil beberapa foto.

Sewaktu sedang akan pergi meninggalkan tempat wawancara, mereka mendengar suara pesawat-pesawat tempur.

Mereka melihat ke langit dan sangat kaget melihat cakrawala dipenuhi pesawat tempur. Pemboman dimulai dan suasana menjadi kacau balau.

Hutton dan Brandt bergegas menuju gerbang kompleks itu lalu menawarkan bantuan kepada seorang penjaga keamanan, tapi mereka diminta segera meninggalkan tempat itu.

Mereka menurutinya. Namun ketika sedang mengemudi kembali ke Hamburg, mereka tak bisa menepis adanya suatu perasaan janggal. Selama serangan atas galangan kapal, langitnya gelap. Tapi sekarang cerah lagi.

Sejenak mereka menghentikan mobil dan menengok balik ke galangan kapal. Mereka kaget karena tidak melihat ada asap atau bangunan-bangunan yang hancur.

Setibanya di kantor mereka memeriksa film karena Brandt terus mengambil foto selama serangan berlangsung. Tapi, semuanya raib. Tak ada bukti adanya pemboman dalam gambar-gambar yang ada.

Pada 1943, Hutton pindah ke London. Pada tahun yang sama, ia membaca suatu cerita dalam koran yang berisi laporan terperinci tentang serangan oleh suatu skuadron Angkatan Udara Kerajaan Inggris atas suatu galangan kapal di Hamburg.

6. Menerbangkan Pesawat ke Masa Depan

Menurut J. H. Brennan, penulis buku “Time Travel: A New Perspective in 1935”, Marsekal Udara Sir Victor Goddard tidak sengaja menerbangkan pesawatnya masuk ke suatu semesta paralel.

Pada saat kejadian, ia adalah Komandan Wing dan ditugaskan memeriksa pangkalan udara tidak aktif di Drem, dekat Edinburgh. Dalam pengamatannya, bandara itu dalam keadaan parah dan tampak sejumlah ternak sibuk merumput.

Dalam penerbangannya kembali pulang, cuaca memburuk sehingga ia memutuskan kembali ke pangkalan Drem. Mendadak, cuaca menjadi cerah lagi.

Tapi bukan hanya itu. Saat sedang mendekati pangkalan udara, ia melihat kondisinya amat baik dan ada beberapa mekanik berpakaian terusan warna biru sedang mengerjakan sesuatu dengan pesawat-pesawat berwarna kuning yang parkir di landasan pacu.

Aneh. Pasalnya tak mungkin ada renovasi yang terjadi sebegitu mendadaknya. Bukan hanya itu, tenaga-tenaga mekanik pada masanya menggunakan seragam warna khaki dan pesawat terbang milik Angkatan Udara seharusnya berwarna perak, bukan kuning.

Sekitar 6 tahun kemudian, di tengah-tengah Perang Dunia II, Sir Victor Goddard lagi-lagi berada dekat Drem. Ia kemudian melihat persis seperti yang dilihatnya pada 1935. Ada dugaan bahwa, pada 1935, Sir Victor Goddard sempat melakukan perjalanan ke masa depan.

7. Terlontar Satu Abad Selama Beberapa Detik

Pada 1935, seorang dokter bernama Dr. E.G. Moon sedang mendatangi pasien bernama Lord Carson di Thanet. Dr. Moon berbincang dengan Lord Carson dan memberikan petunjuk jelas kepada juru rawat tentang obat yang harus diberikan kepada Lord Carson.

Tapi, ketika Dr. Moon meninggalkan rumah, ia menyadari mobilnya telah hilang.

Bukan hanya mobil. Ia memarkir mobilnya dekat rimbunan semak dan sekarang semak-semak itupun hilang. Jalur masuk berbatu untuk mobil pun sekarang berubah menjadi sekadar jalur berlumpur.

Kemudian, Dr. Moon melihat ada seorang pria yang mendekatinya. Pria itu mengenakan pakaian kuno, yakni mantel dan topi yang khas dari abad ke-19.

Saat itu Dr. Moon tak merasa terganggu dengan apa yang dilihatnya ataupun mobilnya yang telah hilang. Ia hanya masih memikirkan pasiennya sehingga memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.

Tapi ia sempat melirik sebentar ke pemandangan aneh yang baru dialaminya. Seakan ada hal gaib, mobil dan semak-semak rimbun itu telah kembali. Pria berpakaian aneh itupun tak ada lagi.