Video Ceramah tentang Teroris dan Bomber Viral, Ustadz Abdul Somad: Lihat Indahnya Bahasa Al Qur’an


SURATKABAR.ID – Tak berselang lama usai bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, beredar potongan rekaman ceramah Ustadz Abdul Somad yang menyebutkan tentang bom bunuhdiri. Video tersebut pun langsung viral.

Dalam video yang berdurasi kirang dari dua menit, Abdul Somad memberikan penjelasan tentang bombunuh diri yang terjadi di Palestina. Ia menyebutkan hal tersebut bukan termasuk perilaku bunuhdiri, melainkan mati syahid. Beragam reaksi diberikan netizen.

Abdul Somad, seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Kamis (17/5/2018), akhirnya buka suara terkait isi ceramah yang menyudutkan dirinya tersebut. Di tengah-tengah ceramah yang kemudian diunggah oleh FSRMM TV pada Senin (14/5) lalu, Ustadz Abdul Somad memberikan klarifikasi.

“Dua hari ini video mengenai saya menjawab pertanyaan di An Nur lebih-kurang dua-tiga tahun yang lalu, diviralkan lagi. Tapi video itu dipotong. Saya masih ingat, lokasi kajian subuh itu ada di An Nur kajian subuh Sabtu. Waktu itu ada pertanyaan, ‘Apa pendapat ustads tentang bom bunuhdiri di Palestina,” ujarnya.

“Karena saudara kita di Palestina itu bukan b***h diri, tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong dan beberapa saat yang lalu, saat ada bom di Kampung Melayu, video itu viral lagi. Saat ada bom di Surabaya, viral lagi. lalu ada nanti kompor orang meletup, nanti viral lagi,” tandasnya.

Baca Juga: Astaga! Nyaris Direkrut Jadi Teroris Hingga Aksi Cuci Otak di Kos, Pengakuan Wanita Ini Langsung Viral

Ustadz Abdul Somad menggarisbawahi adanya perbedaan besar antara kondisi di Palestina dan belahan dunia yang lain. “Perlu diluruskan beda dengan Palestina dengan luar Palestina. Karena nabi membedakan antara nonmuslim yang di Mekah dan yang di Madinah.”

“Di Madinah, Nabi hidup bersama. Apa bedanya? Yang di Madinah ini damai. Di Mekah ini perang. Kapan menjadi damai dan menjadi perang, itu tak bisa dipukul rata,” terangnya. “Buka Surat Al-Mumtahanah ayat 8.”

Ia menegaskan bahwa kondisi perang seperti yang terjadi di Mekah di zaman Nabi, saat ini terulang di Palestina, di mana tanah mereka dirampas oleh Israel. Sementara apa-apa yang terjadi di luar wilayah Palestina, kondisinya sangat berbeda.

“Karena mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampong halaman kamu, tidak memerangi kamu, maka berbuat baiklah kepada mereka. bersikap adil. Coba lihat indahnya bahasa Al Qur’an,” jelas Abdul Somad mengupas isi Surat Al-Mumtahanah ayat 8.

“Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang Israel melanggar dua itu, orang Israel memerangi dan mengusir bangsa Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Mala mini kita klarifikasi,” tambahnya panjang lebar.

Dan mengenai pernyataan ‘orang yang melakukan bombunuh diri di Palestina mati syahid’, pemuka agama ini memberikan penjelasan dengan merujuk ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat diserang.

“Nah, bagaimana hukumnya bahwa orang Palestina meledakkan diri di kerumunan tentara Israel itu kenapa disebut mati syahid. Buka Shahih Muslim. Ketika Nabi sedang bersama sahabat pada Perang Uhud. Di Bukit Uhud, waktu itu Nabi terkepung Quraisy yang menyerang dari Mekah,” tuturnya.

“Kemudian Nabi berkata ‘siapa pun yang bisa mengusir orang Quraisy ini, maka dia akan bersama aku di surga’. Masuklah satu per satu pasukan Nabi ini ke kerumunan orang musrik itu. Padahal mereka tahu begitu masuk pasti mati, 90 persen pasti mati karena jumlah pasukan Quraisy banyak sekali. Dan mereka berhasil membunuhbanyak pasukan Quraisy meski pada akhirnya meninggal juga,” pungkas Abdul Somad.

Simak klarifikasi selengkapnya Ustadz Abdul Somad di bawah ini: