Wanita Cantik Ini Bombardir Gebetan dengan 65 Ribu SMS, yang Terjadi Selanjutnya Mengerikan


SURATKABAR.ID – Rasa cinta memang tak dapat dipaksakan. Itu faktanya. Selain itu, tak ada seorang pun yang mau cintanya bertepuk sebelah tangan. Itu juga fakta. Kendati demikian, bukan berarti kamu harus memborbardir gebetan dengan 65 ribu pesan singkat bernada ancaman membunuh hanya karena cintamu ditolak, bukan? Seperti yang dilakukan Jacqueline Ades ini. Si wanita cantik ini terpaksa harus diciduk Kepolisian Paradise Valley, Arizona, Amerika Serikat.

Melansir Wolipop.Detik.com, Rabu (16/05/2018), Jacqueline Ades diamankan oleh aparat atas beberapa tuduhan termasuk ancaman terhadap seorang pria yang diduga merupakan teman kencannya dulu.

Semuanya berawal dari perkenalan mereka dalam sebuah aplikasi kencan online yang kemudian berlanjut ke kencan pertama mereka. Namun sayangnya, ketertarikan Jacqueline terhadap sang pria malah berujung penolakan. Rupanya gebetan tak ingin kencan mereka berlanjut. Singkatnya, kencan itu gagal. Sang pria pujaannya tak mau lagi bertemu dengan perempuan 31 tahun asal Florida ini.

Sebelumnya, diketahui keduanya berkenalan lewat sebuah aplikasi kencan online pada Januari 2017 silam. Menurut pernyataan polisi, Jacqueline rupanya masih terus mengirimkan pesan singkat kepada pria tersebut secara bertubi-tubi, bahkan mencapai 500 pesan per hari meskipun sudah mengalami penolakan.

Sampai 17 bulan setelah kencan pertamanya yang tak sukses tersebut, total sudah 65 ribu pesan yang dikirimnya. Dalam dokumen gugatan, tertulis bahwa banyak dari isi pesan tersebut bernada ancaman-ancaman mengerikan.

Baca juga: Jemput Anaknya Sekolah, Seorang Ibu Tembak Mati Perampok

“Jangan pernah meninggalkanku, atau aku akan membunuhmu. Aku tidak mau jadi pembunuh,” demikian bunyi salah satu pesan Jacqueline seperti dikutip dari laman CNN.

Disebutkan pula, setelah membunuh, ia akan mengambil organ tubuh sang pria, lalu mandi dengan darah dari pria tersebut. Ini juga yang membuat polisi akhirnya bertindak, karena wanita cantik tersebut telah menyusup tanpa izin ke rumah sang pria.

Tak mendapat respons dari pria itu, Jacqueline pun rela datang jauh-jauh dari Florida ke Arizona demi menyambangi rumah sang gebetan saat sedang kosong. Di sana, entah bagaimana caranya ia menyelusup, namun ia bahkan sempat menumpang mandi.

“Aku bilang, jika dia berani memblokku di aplikasi (kencan online) itu, aku akan datang ke sini,” ujar Jacqueline saat diwawancarai sebuah stasiun TV di penjara.

Peeka boo

A post shared by Carmen (@magicaldelight) on

Polisi menangkap Jacqueline saat dia muncul di kantor pria tersebut dan mengaku sebagai istrinya. Dari penangkapan itu, polisi juga menyita sebuah pisau pemotong daging yang tergeletak di jok depan mobilnya, seperti dikutip dari reportase Style.TribunNews.com.

Kepada reporter TV, Jacqueline dengan yakin menyebut bahwa pria itu adalah belahan jiwa sekaligus malaikat pelindungnya. Saat reporter bertanya apakah mengirim 65 ribu pesan tergolong tindakan yang agresif, Jacqueline lalu menjawab, “Cinta adalah sesuatu yang agresif.”

“Aku merasa aku sudah bertemu belahan jiwaku dan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Aku mengira kami akan melakukan semua yang orang lain lakukan, tapi itu tidak terjadi,” ucapnya saat ditanyai media.

Dirinya juga mengaku bahwa setiap hari ia mengirim pesan pada si pria tapi tak pernah dibalas. Namun anehnya, aksinya malah semakin menjadi setelah ia tahu dirinya dilaporkan ke polisi.

Di sisi lain, ia mengaku menyadari bahwa perilakunya mengerikan. Dan ia berencana kembali ke Florida usai dibebaskan.

Duh, ngeri juga ya. Kalau seseorang menyimpan perasaan cinta yang obsesif dan eksesif seperti pada kasus wanita cantik yang ternyata jiwanya terganggu ini. Bagaimana menurutmu, guys? Simak wawancara lengkapnya saat dipenjara dalam video berikut.