Wajib Tahu! 7 Ciri Orang yang Diindikasikan Hendak Lancarkan Aksi Teror Bom


SURATKABAR.ID – Indonesia tenggelam dalam duka pasca rentetan serangan teroris yang mengguncang tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Dan pada malam hari, ledakan bom kembali terjadi di Sidoarjo. Berselang sehari, aksi teror bom lagi-lagi dirasakan warga Surabaya.

Adapun pada serangan di Minggu pagi, dilancarkan keluarga Dita Supriyanto yang berbagi tugas tak hanya bersama sang istri, melainkan juga dengan keempat buah hatinya. Mereka meledakkan sebanyak tiga bom hanya dalam selisih waktu 30 menit saja.

Dita, pada Minggu pagi berangkat dengan mengendarai mobil Avanza. Ia melakukan serangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna. Sang kepala keluarga ini meledakkan dirinya tak lama berselang usai ia nekat menubrukkan mobil ke gedung gereja.

Atas insiden mengerikan tersebut, tercatat lebih dari 10 orang kehilangan nyawanya, sementara 40 orang lainnya mengalami luka-luka dengan intensitas ringan hingga berat. Duka ditambah ketakutan menyelimuti tak hanya keluarga korban, namun juga warga Indonesia seluruhnya.

Dugaan demi dugaan pun bermunculan seiring serangkaian aksi teroris yang terjadi di Tanah Air. Tak sedikit yang menilai serangan-serangan terorisme tersebut adalah bagian dalam agenda dan rencana dari para pelaku teror di dunia.

Baca Juga: Gawat! Ramai di Medsos, Rupanya Begini Otak Kita Merespons Seruan ‘Kami Tidak Takut’

Karena itulah sangat penting untuk mengenali ciri dari orang-orang yang akan melancarkan serangan bom bunuhdiri. Hal tersebut demi mencegah insiden terulang kembali dan menimbulkan korban jiwa serta materi lebih banyak lagi.

Seperti yang dikutip Grid.ID dari IBTimes, Selasa (15/5/2018), PBB mengungkapkan setidaknya ada tujuh ciri pelaku yang akan melakukan aksi pengeboman dengan mengorbankan dirinya sendiri. Perhatikan baik-baik 7 tanda berikut dan jangan lengah:

  1. Calon pelaku biasanya berusia antara 16-40 tahun. Wanita maupun pria sama-sama bisa menjadi pelaku. Bahkan mengingat insiden di Surabaya, anak berusia sekitar 8-15 tahun pun bisa turut terlibat.
  2. Karena mereka akan melakukan aksinya di keramaian, pelaku biasanya akan mencukur jenggot dan juga kumisnya sebelum mereka menjalankan serangan.
  3. Sebelum melakukan aksinya, mereka umumnya mempelajari lingkungan dengan baik. Karena itu para pelaku dapat membaur tanpa kesulitan dengan orang-orang yang akan menjadi korban dalam serangannya.
  4. Meyakini ritual sebagai persiapan perjalanan mereka menuju surga, pelaku tak jarang menggunakan parfum dengan aroma yang tidak biasa.
  5. Demi menyembunyikan bahan peledak dan bom yang dibawa, mereka biasanya memakai pakaian dan tas ransel besar.
  6. Anda patut mencurigai seseorang yang mengeluarkan keringat terlalu banyak padahal saat itu cuaca sedang tak begitu panas. Hal ini dikarenakan perasaan tegang yang menggelayuti pelaku sebelum beraksi.
  7. Selain berbicara pada diri mereka sendiri, pelaku bom bunuhdiri bakal ketahuan dari tatapan serta pandangan mereka yang hanya difokuskan pada satu titik yang akan menjadi target serangan.

Itulah 7 tanda dan ciri dari seseorang yang hendak melancarkan aksi bom bunuhdirinya di tempat-tempat ramai. Di tengah ramainya serangan teror, sebaiknya Anda lebih waspada jika beraktivitas di pusat keramaian dan jangan sampai lengah pada hal mencurigakan sekecil apapun.