Ketahuan! Bukti Penting Ditemukan di Celana Dalam Bocah Saksi Inti Insiden Polrestabes Surabaya


SURATKABAR.ID – Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkap satu bukti penting terkait insiden bom yang meledak di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) kemarin. Bukti tersembunyi di celana dalam anak kecil yang berhasil lolos dari maut pada peristiwa tersebut.

Kombes Pol Frans Barung Mangera, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com, dalam tayangan di KompasTV menyebutkan saksi penting dalam insiden pengeboman Mapolrestabes Surabaya membawa bukti berupa identitas yang tertulis pada celana dalamnya.

Adapun informasi yang ditemukan polisi tertera pada celana dalam bocah malang tersebut adalah tulisan nama ‘AIS’. Namun sayangnya, pihak kepolisian belum dapat mepastikan apakah nama tersebut asli ataukah hanya sekadar inisial.

Seperti diketahui, sebelumnya Kasat Resnarkoba AKBP Rony Faisal Faton yang ketika kejadian tengah berada di area penjagaan pos polisi Mako Polrestabes Surabaya bergegas membopong tubuh bocah tersebut dan secepatnya membawa korban menjauhi lokasi.

Pagi kemarin (14/5), sekitar pukul 08.20 WIB, Rony mendengar kabar adanya peledakan bom di gerbang masuk Polrestabes Surabaya. Dan ia pun langsung meluncur ke area yang disebutkan. Ketika itu, menurut pengakuan Rony, sudah ada ledakan. Namun masih tampak kepulan asap dan juga nyala api.

Baca Juga: Bocah dalam Insiden di Mapolrestabes Surabaya Selamat, Kapolri: Itu Saksi Paling Penting

“Saya dapat kabar ledakan, berangkat dari pintu belakang. Posisi sudah meledak dan dia ada di antara dua motor itu,” tutur Rony yang dimintai konfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telepon, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (14/5/2018).

Ia menambahkan bahwa ketika dirinya tiba di tempat kejadian, anak tersebut sudah dalam kondisi terluka parah dengan darah menyelimuti tubuh mungilnya. Hal itu tidak mengejutkan, lantaran posisi si bocah berada tepat di belakang sepeda motor yang membawa bahan peledak.

“Luka berdarah semua. Meledak motor di depan, dia di belakang bersama ibunya. Kondisi ibunya meninggal. Dia linglung berdarah-darah, luka. Saya pikir pingsan, kok bangun, saya ambil. Posisi saya di depan samping. Saya langsung lari, panggilan hati,” jelas Rony panjang lebar.

Hingga saat ini, bocah tersebut masih berada di Polrestabes Surabaya. Rony sendiri belum dapat memberikan kepastian, apakah benar ia merupakan anak dari terduga pelaku bombunuh diri. Rony hanya bisa memastikan si anak datang bersama seorang wanita di belakang motor bomber. “Saya belum memastikan (terduga pelaku),” pungkas Rony.

#bomsurabaya #Surabaya

A post shared by WgFront ℹ (@wgfront) on