Temu IMF-World Bank Disebut Hamburkan Uang, Luhut: Saya Tanggungjawab


SURATKABAR.ID – Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengklaim mengaku bertanggungjawab atas pengeluaran dana dalam mempersiapkan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Anggaran dana ini disebut-sebut telah membengkak. Meski demikian, dengan tegas Luhut menandaskan, biaya pertemuan IMF-World Bank akan digunakan sesuai kebutuhan, sehingga tidak ada dana yang dihamburkan.

“Saya ketuanya, tidak ada yang lain yang bicara soal ini baik soal dana atau penyelenggaraan. Semua dana itu kita masukkan, kalau ada yang bilang hambur-hambur, saya yang bertanggungjawab. Suruh ngomong ke saya. Supaya `clear`,” tegas Luhut seperti dilansir dari reportase AntaraNews.com, Minggu (13/05/2018).

Luhut menjelaskan bahwa alokasi anggaran pertemuan IMF-World Bank di Bali adalah sebesar Rp 800 miliar, hanya saja yang terpakai diperkirakan cuma sekitar Rp 500 miliar.

“Suruh ngomong ke saya supaya clear, saya pertanggungjawabkan dari pengeluaran itu semua,” tukas Luhut di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (11/05/2018), melansir  laporan Finance.Detik.com.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengungkapkan anggaran pertemuan IMF-World Bank bukan penghamburan.

Baca juga: Rizal Ramli Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jokowi: Dia All Out

“Saya minta seluruh pejabat Kementerian Keuangan mampu bisa menjelaskan ke publik, ini bukan pesta, ini bukan penghamburan uang, ini event waktu pemerintah menawarkan diri menjadi tuan rumah,” ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, Susiwijiono selaku Ketua Pelaksana Harian pertemuan IMF-World Bank menambahkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 855,5 miliar. Anggaran ini merupakan jumlah pagu yang dianggarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari 2017 dan 2018.

“Alokasi anggaran dari Kemenkeu itu sudah diputuskan bulan Februari-Maret 2017, itu multiyears 2017 dan 2018. Secara umum, realisasi uangnya, pagu yang sudah kita tetapkan di Maret 2017, untuk tahun 2017 alokasinya itu Rp 45, 4 miliar. Lalu 2018, kita alokasikan Rp 810, 1 miliar. Sehingga, pagu alokasi untuk multiyears, untuk 2017 dan 2018 kira-kira totalnya adalah Rp 855,5 miliar,” demikian dipaparkan oleh Susiwijono.

Ketua Panitia Nasional

Luhut sendiri, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2017 telah didaulat sebagai Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, di mana salah satu tugasnya adalah membuat rencana induk kegiatan, juga rencana kerja anggaran.

Dipastikannya semua persiapan pertemuan tahunan itu akan dapat dinikmati oleh Bangsa Indonesia. Dampak itu mulai dari promosi besar-besaran hingga hasil perbaikan infrastruktur yang akan dinikmati masyarakat di wilayah-wilayah yang mengalami perbaikan.

Demikian juga dengan pihak Susi, ia memastikan anggaran yang keluar nantinya akan tetap kembali ke Indonesia dan bermanfaat bagi masyarakat.