Jokowi Mencla-Mencle Perihal Naiknya Iuran BPJS?


JOKOWI E

Rencana tentang naiknya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) bagi peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) per 1 April 2016 menuai banyak protes dari masyarakat. Rakyat merasa keberatan dengan keputusan pemerintah tersebut, mengingat hal itu memberatkan serta layanan BPJS sendiri dinilai masih banyak masalah.

Reaksi penolakan dari rakyat kabarnya membuat Presiden Joko Widodo menyatakan akan memanggil direktur utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meminta penjelasan terkiat kenaikan iuran yang dibebankan pada masyarakat.

“Saya akan panggil direksi dan manajemennya,” kata Presiden saat meninjau pelaksanaan BPJS Kesehatan di RSUD Sumedang, seperti dituturkan Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit, Kamis (17/3/2016) dilansir dari republika.co.id.

Dilaporkan jika pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama (Dirut) BPJS Fahmi Idris datang ke Istana untuk bertemu Presiden Jokowi membicarakan perihal BPJS.

Dari republika.co.id dilaporkan jika saat itu Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyatakan tidak akan menaikan iuran.

Dari sini simpang siur informasi bermula. Meski pekan sebelumnya Fahmi Idris menyarakan tidak ada kenaikan iuran BPJS, akan tetapi dari kompas.com, Senin (14/3/2016) dilaporkan jika Kepala Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi membenarkan informasi perihal adanya kenaikan iuran BPJS.

Lanjut ke halaman selanjutnya >>


1
2
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBiadab! Nafsu Tak Tertahankan, Ayah Tiduri 2 Anak Kandungnya
Berita berikutnyaKarena Ini Rio Haryanto Gagal Finish di Debutnya di F1