Tingkatkan Produktivitas Karyawan, Perusahaan di Tiongkok Gunakan ‘Topi Pengendali Otak’


SURATKABAR.ID – Guna memantau kinerja karyawannya, setiap perusahaan mempunyai kultur, cara dan aturannya masing-masing. Satu di antaranya adalah cara unik yang dilakukan oleh perusahaan asal Tiongkok ini. Melansir Oddity Central, perusahaan Tiongkok menggunakan inovasi terbaru berbentuk helm khusus untuk memonitor aktivitas otak karyawan mereka. Cara ini diklaim untuk mengurangi stres, mengatur waktu istirahat dan meningkatkan produktivitas.

Seperti dikutip dari reportase TribunNews.com, Kamis (10/05/2018), helm ini berupa topi ringan untuk memantau dan mengumpulkan informasi aktivitas otak pekerja. Nantinya, data akan disimpan otomatis di komputer menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang bisa mendeteksi lonjakan emosi. Misalnya, saat seseorang depresi, mengalami masalah berat, merasa cemas, atau sedang marah.

Berdasarkan data yang dikumpulkan akan digunakan oleh tim manajemen untuk menyesuaikan jadwal kerja dan kecepatan produksi. Cara ini diklaim bisa memperbaiki kondisi kerja dan beban karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Perusahaan yang menggunakan pemantauan gelombang otak ini adalah Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Zheijang yang berbasis di Hangzhou. Menurut Cheng Jingzhou, seorang petugas yang bertanggung jawab atas “program pengawasan emosional”, teknik ini memberi mereka hasil positif.

Pasalnya, mereka punya 40 ribu karyawan yang mengelola jaringan dan distribusi listrik ke rumah warga dan gedung perkantoran di provinsi Hangzhou.

Baca juga: Hati-hati! Pendiri Google Ingatkan Masyarakat Tentang Sisi Buruk Artificial Intelligence

Hangzhou Zhongheng Electric atau Ningbo Shenyang Logistics juga melakukan program pemantauan yang sama. Keduanya menyebutkan, alat ini mampu meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, seorang juru bicara perusahaan teknologi di Shanghai, Deayea menuturkan, “sensor pemantau otak juga dipakai oleh konduktor kereta yang ada di jalur rel kereta kecepatan tinggi Beijing-Shanghai.”

Hebatnya, sensor ini dapat mengukur berbagai aktivitas otak seperti kelelahan dan kehilangan konsentrasi dengan akurasi lebih dari 90 persen.

Jadi apabila seorang karyawan kebetulan mengantuk, sensor akan memicu alarm untuk membangunkannya. Sensor ini juga penting digunakan seorang pilot supaya bisa memantau emosionalnya secara stabil, sehingga tidak membahayakan penumpang.

Bagaimana menurut Anda? Apakah setiap perusahaan harus menerapkan alat pemantauan gelombang otak ini?