Sadis! Demi Hilangkan Jejak, Stefanus Dua Kali Bakar Jenazah Calon Istrinya


    SURATKABAR.ID – Sebuah fakta terbaru terkait kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Stefanus terhadap calon istrinya Laura kembali terungkap. Ternyata demi menghilangkan jejak, Stefanus dengan kejinya tega membakar tubuh calon istrinya sebanyak dua kali.

    Mengutip reportase SindoNews.com, Selasa (07/05/2018), Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung menyebutkan, selain melakukan pembunuhan, Stefanus juga membakar tubuh calon istrinya untuk menghilangkan jejaknya. Stefanus membakar tubuh korban di pantai Desa Karang Serang, Tangerang sebanyak dua kali.

    Awalnya, pelaku menurunkan jenazah korban dari mobil, lalu ditumpuk dengan pakaian dan seprai. Pelaku sempat meminta bantuan dua rekannya, EB dan AR, tapi mereka menolak.

    Menurutnya, Stefanus membakar korban agar jasadnya bisa menjadi abu dan abunya itu dibuang ke laut guna menghilangkan jejak. Pelaku lalu memaksa dua temannya pergi untuk membuang barang bukti, hanya saja keduanya malah melaporkan kejadian itu ke polisi.

    “Awalnya tersangka membeli 2 liter bensin untuk membakar (korban) di pedagang eceran ternyata belum terbakar sepenuhnya. Lalu beli lagi empat liter, tapi belum juga hangus. Pelaku lalu membuang membuang (jasad korban) di pinggir laut, ternyata masih mengambang, akhirnya ditahan menggunakan batu,” beber Marpaung pada awak media, Selasa (08/05/2018).

    Baca juga: Stefanus Bakar Calon Istri Usai Prewedding, Polisi Ungkap 5 Fakta Mengerikan

    Dari hasil penyelidikan, Stefanus dan Laura sudah berpacaran selama sembilan bulanan dan berniat melangsungkan pernikahan pada Agustus 2018 mendatang. Namun, keduanya malah terlibat cekcok usai melakukan foto pre-wedding di Ancol hingga akhirnya terjadilah pembunuhan itu.

    “Pelaku membunuh korban dengan cara menusuk empat kali di bagian perut, dada, pinggang, dan lengan. Adapun pisau tersebut dibuang di Kali Muara Angke,” imbuhnya.

    Kini, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun. Adapun pelaku, saat ini mengaku menyesali segala perbuatannya itu di tahanan.

    Melansir laporan TribunJateng.com, korban dan calon suaminya tersebut terpaut beda usia 16 tahun. Laporan TribunJakarta menyebutkan, Stefanus membunuh Laura di lantai dua rumahnya yang terletak di daerah Jakata Pusat, pada Kamis (03/05/2018), ketika anggota keluarga lainnya sedang bekerja.

    Setelah membunuh Laura, Stefanus membawanya ke Pantai Karang Serang, Mauk, Kabupaten Tangerang, untuk membakarnya.

    Sebelum membakar jasad Laura, Stefanus sempat meminta tolong kepada empat temannya yang ia datangi di sekitar tempat tinggalnya di Kampung Janis, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Diketahui, empat orang tersebut merupakan karyawan di industri rumahan milik paman Stefanus.

    Industri rumahan yang memproduksi tas tersebut ‎berada di Jalan Jembatan Hitam yang hanya berjarak sekira 50 meter dari tempat tinggal Stefanus.

    “Iya empat orang yang sekarang jadi saksi itu memang karyawan saya,” sebut Angkoeh, paman Stefanus ditemui di rumahnya, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (07/05/2018).

    Menurut pengakuan Angkoeh, ia tidak mengetahui detail terkait apa saja peran yang dilakukan oleh para karyawannya. Keempat karyawannya yang berinisial AZ (21), YD (18), EB (22) dan AR (23) kini telah menjadi saksi atas kasus pembunuhan sadis tersebut. Stefanus akhirnya ditangkap oleh Polsek Tambora pada keesokan harinya, Jumat (04/05/2018).

    Tinggal Kenangan

    Laura dan Stefanus diketahui sering bertengkar hebat. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung saat mendampingi rekontruksi pembunuhan Laura di rumahnya, Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Jakarta Pusat, Senin (07/05/2018).

    “Rabu tanggal 2 Mei, Stefanus dan Laura mereka cekcok. Sehabis foto pre-wedding di Ancol, mereka kembali ke rumah dan kembali cekcok,” sahut Tahan, dikutip dari TribunJakarta.

    Motif pelaku menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati karena kerap direndahkan.

    “Korban LR sering merendahkan derajat laki-laki bahwa dibilang numpang hidup dan akhirnya muncul percekcokan,” tambahnya.

    Emosi tak terkendali, Stefanus akhirnya menghabisi korban dengan menusuknya empat kali dengan pisau ynag disasarkan pada dada, leher dan pinggang. Pada saat penusukan korban berada di lantai dua dan kondisi rumah sedang sepi karena orang tua korban sedang bekerja.

    “Tanggal 3 Mei pukul 11.00 WIB cekcok kembali, akhirnya korban LR mengambil pisau dan ingin menusukkan kepada tersangka ST. Ditangkis lalu diambil, ditusukkan ke LR sebanyak empat kali,” ungkapnya.

    Kini, ironisnya, potret romantis Stefanus dan Laura yang tinggallah kenangan. Dilansir dari TribunMedan, sebelum tewas dibunuh Laura sering memamerkan foto mesra bersama kekasihnya di media sosial. Bahkan sebelum kejadian nahas tersebut, keduanya telah melakukan foto pre-wedding.

    Berikut foto-foto mereka: