Resmi! Kominfo Keluarkan Aturan, 1 NIK Bisa Daftar Banyak Nomor


    SURATKABAR.ID – Beberapa waktu lalu, publik sempat digegerkan dengan penggunaan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ‘dikeroyok’ untuk pendaftaran banyak sekali nomor ponsel. Mengenai hal tersebut, kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan bahwa satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa digunakan untuk mendaftarkan lebih dari 3 nomor kartu SIM dan tak memiliki batasan.

    Mengutip reportase Kompas.com, Selasa (08/05/2018), hal ini tertuang dalam surat tentang implementasi registrasi kartu SIM yang didistribusikan kepada masing-masing operator seluler. Dalam surat terkait, secara rinci tertuang lima poin yang disampaikan untuk para operator.

    Disebutkan bahwa operator wajib melaksanakan Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 01 Tahun 2018 untuk memberikan hak kepada outlet untuk menjadi mitra pelaksana registrasi termasuk nomor pelanggan ke-4 dan seterusnya sesuai undang-undang.

    Dalam surat yang diterima awak media, Selasa (08/05/2018) diterangkan bahwa tak ada pembatasan jumlah nomor yang bisa diregistrasikan dengan satu NIK.

    Ahmad M. Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo menyebut outlet mitra operator bisa meregistrasikan nomor keempat, kelima, dan seterusnya tanpa ada pembatasan maksimal selama dilakukan dengan benar dan berhak.

    Baca juga: Tanggapan Indosat Soal 2,2 Juta Nomor Seluler yang Registrasi Pakai 1 NIK

    “Selaku Ketua BRTI, saya telah kirimkan surat ke operator seluler agar tidak menunda-nunda pemberian hak kepada outlet mitranya untuk meregistrasikan nomor ke-4, ke 5 dan seterusnya,” papar Ramli dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari laporan CNNIndonesia.com.

    Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah guna menjaga keberlangsungan usaha mikro dan usaha kecil yang menjadi salah satu penyokong bisnis telekomunikasi.

    Kendati tak ada batasan maksimal registrasi menggunakan satu NIK dan KK, Ramli mewajibkan operator dan mitra untuk menjaga kerahasiaan data pribadi para pelanggan.

    Untuk Melindungi Pengguna

    Sebelumnya Kominfo membatasi satu orang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP hanya boleh melakukan registrasi mandiri maksimal tiga nomor kartu SIM. Ini berarti, pengguna bisa memiliki lebih dari tiga nomor SIM asalkan dengan syarat, operator seluler yang bersangkutan melaporkan NIK yang mendaftarkan banyak nomor setiap tiga bulan secara berkala.

    Kemudian selain itu, Kominfo juga meluruskan kebijakan yang sebelumnya berubah-ubah yakni soal penonaktifan nomor SIM yang tidak melakukan registrasi sampai batas waktu 30 April kemarin.

    Pada awalnya Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa nomor pelanggan yang melewati batas registrasi akan dinonaktifkan alias hangus, sehingga nomor tersebut tak akan lagi bisa digunakan.

    Namun lewat surat ini diputuskan bahwa pengguna bisa mengaktifkan kembali nomor yang melewati batas registrasi sampai tenggat akhir bulan lalu. Akan tetapi, pengguna harus melakukan registrasi sesuai dengan mekanisme pendaftaran nomor baru, bukan mekanisme daftar ulang.

    Disebutkan juga bahwa kebijakan ini sejatinya dibuat untuk melindungi pengguna dan menjaga kerahasiaan data pribadi pelanggan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

    Sebelumnya, diketahui periode kebijakan registrasi kartu SIM prabayar dimulai sejak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Setelah tenggat itu, nomor prabayar yang belum registrasi diblokir sebagian.

    Selanjutnya, tahap kedua dimulai dari 1 Maret 2018 hingga 30 April 2018. Bagi yang belum registrasi juga, nomor prabayar akan diblokir total. Bisa aktif kembali pasca registrasi di gerai operator seluler.

    Mekanisme mendaftarkan nomor lama yang telah terblokir sama halnya dengan pelanggan baru yaitu mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#.