Stefanus Bakar Calon Istri Usai Prewedding, Polisi Ungkap 5 Fakta Mengerikan


SURATKABAR.ID – Pernikahan harusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi tiap pasangan. Namun, rencana pernikahan antara Stefanus (25) dan Laura (41) malah berakhir di penjara.

Stefanus tega menghabisi nyawa sang kekasih kemudian membakar jasadnya hanya karena masalah sepele. Bahkan, aksinya dilakukan setelah keduanya melakukan foto prewedding.

Laura dan Stefanus sempat adu mulut di rumah korban di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2018) kemarin. Namun, pertengkaran ini malah berakhir petaka.

Dilansir tribunnews.com, Minggu (6/5/2018), polisi mengungkapkan 5 fakta mengenai peristiwa tersebut.

1. Bermula karena sakit hati.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh didampingi Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Supriyatin mengungkapkan bahwa aksi Stefanus disebabkan oleh rasa sakit hati.

Baca juga: Waduh! 14 Oknum Guru di Cilacap Tertular HIV, Tak Disangka Tempat Ini Jadi Awal Mula Penularan

Pasalnya, seluruh biaya penikahan ditanggung oleh Laura. Stefanus juga merasa korban tak menghargainya.

“Tersangka merasa tidak dihargai sebagai laki-laki akibat seluruh biaya untuk acara pernikahannya ditanggung semua oleh korban. Selain itu sebelum kejadian, antara tersangka dan korban juga terjadi cek-cok di rumah korban.” ujar Iver, Sabtu (5/5/2018).

2. Laura sempat menodongkan pisau

Saat cek cok, ternyata Laura sempat menodongkan pisau pada Stefanus. Hal ini membuat Stefanus terbakar emosi. Ia merebut pisau dari tangan Laura dan langsung menusuk calon istrinya itu.

“Korban ditusuk tersangka sebanyak empat kali masing-masing di bagian perut dan punggung hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,” terang Iver.

3. Dibakar untuk hilangkan jejak

Stefanus mengaku nekat membakar jasad kekasihnya untuk menghilangkan jejak. Ia merasa ketakutan setelah menyadari sang kekasih tewas.

“Saya menyesal. Saya dan dia sudah berpacaran selama sembilan bulan dan rencananya mau nikah bulan Agustus 2018. Kita sudah foto prewedding kemarin,” tutur Stefanus.

4. Teman tersangka lapor polisi

“Pada Jumat (4/5) pukul 18.00 WIB, seorang warga berinisial AZ yang belakangan diketahui sebagai teman tersangka, melapor ke Polsek Tambora adanya penemuan mayat di dalam mobil. Tapi pas kita datangi, sudah tidak ada lagi mobil dan mayatnya,” tutur Iver.

Tak lama kemudian, polisi mendapat kabar bahwa ditemukan mayat di pantai Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

5. Stefanus sempat minta bantuan rekan-rekannya.

Menurut polisi, AZ yang melaporkan penemuan mayat, ternyata juga bersekongkol dengan Stefanus.

“Diketahui bahwa pelapor dan ketiga rekannya, YD (18), EB (22), dan AR (23) ikut membuang jasad korban bersama Stefanus. Tersangka menemui empat temannya dan bermaksud untuk meminta bantuan membuang mayat korban,” ungkap Iver.